PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Aditya Putra Sisworo, ST

Cerpen : PETUALANGAN ADIT

Redaksi | Selasa, 07 November 2017 - 14:14:45 WIB | dibaca: 541 pembaca

Ada seorang pemuda bernama Adit. Dia adalah anak seorang saudagar sukses. Dia tinggal di perkotaan dekat dengan pelabuhan. Seorang pemuda yang mandiri namun sangat dimanjakan oleh orang tuanya. Dia anak yang aktif dan suka bekerja membantu orang tuanya. Suatu ketika ayahnya berencana untuk berlayar demi mengembangkan bisnisnya. Ayahnya melarang Adit untuk ikut. Namun Adit sangat ingin ikut Ayahnya. Di hari keberangkatan ayahnya, adit diam-diam ikut masuk ke kapal pesiar milik ayahnya dan menjadi penumpang gelap tanpa diketahui oleh awak kapal. Dan petualangan adit pun dimulai.

            Adit sangat bingung di dalam kapal, sebab adit tidak dapat melakukan apa-apa karena Adit sangat takut akan ketahuan oleh awak kapal dan ayahnya. Sehingga dia berjalan menulusuri kapal dengan mengendap-endap. Demi menghilangkan kejenuhan, Adit melakukan pekerjaan kecil seperti menyikat lantai, merapihkan gudang, merapihkan jaring ikan dan hal lainnya yang dapat Adit kerjakan.

            Suatu ketika Adit mengendap-endap keruangan Ayahnya. Adit sangat tenang karena saat itu Ayahnya sedang tidak  berada didalam ruangan pribadinya. Hampir tidak pernah Ayahnya masuk keruangan pribadinya. Biasanya tidur dan bekerja di ruang kontrol bersama kapten kapal. Adit sangat menyukai ruangan ayahnya karena sangat nyaman dan megah. Adit dapat mengerjakan hal-hal kecil diruangan ayahnya seperti merapihkan berkas-berkas dokumen bisnis ayahnya dan beristirahat dengan tenang.

            Suatu hari adit merasa ada yang aneh terjadi didalam kapal. Adit tidak mendengar suara awak kapal bekerja dan mesin kapal yang sedang berjalan. Beberapa saat Adit menghiraukan kecemasan itu. Kemudian pada malam hari Adit keluar dari ruangan pribadi ayahnya dan menelusuri kapal. Ternyata kapal ayahnya sudah berlabuh di tepi pantai. Adit pun segera turun dari kapal milik Ayahnya dan mencari orang-orang.

            Dengan raut wajah ketakutan Adit segera menulusuri kota yang berada tidak jauh dari pantai. Jalanan kota tersebut terlihat sangat sepi, hanya ada beberapa orang saja yang terlihat. Namun, adit tidak berani untuk menyapa penduduk sekitar. Adit melihat ada sebuah gedung yang tinggi seperti apartemen dengan pertokoan dibagian bawahnya. Adit pun mencoba masuk ke halaman gedung.

            Saat Adit tiba didepan lorong antara gedung, adit melihat orang-orang berlarian ketakutan kearah Adit. Adit pun menjadi bingung dan ketakutan juga. Saat sudah agak mendekat adit melihat ada sekumpulan manusia serigala sedang memburu orang-orang. Sebagian yang tertangkap manusia serigala akan berubah menjadi manusia serigala juga dan sebagian ada yang menjadi santapan nya dengan memakan jantung manusia. Adit pun berlari ketakutan meninggalkan gedung dan mencari persembunyiaan yang aman.

            Adit pun bersembunyi kedalam sebuah halaman rumah yang tertutup semak belukar. Adit merasa aman karena bertemu orang-orang yang sedang menyelamatkan diri. Namun, karena kelelahan adit pun jatuh pingsan. Beberapa saat kemudian Adit sadar dan orang-orang membantu Adit dengan memberinya minum dan sepotong roti agar Adit tidak lemas. Rasa tenang dan aman pun tidak berlangsung lama. Tempat persembunyian Adit tercium oleh manusia serigala. Adit pun segera berlari meninggalkan halaman rumah tersebut dan Adit terselamatkan karena manusia serigala itu memangsa terlebih dahulu orang-orang yang ada di persembunyian tersebut.

Adit berlari melintasi jalan yang penuh orang-orang. Adit berlari sambil berteriak kepada penduduk yang dijalan tersebut untuk lari menyelamatkan diri. Namun sebagian orang tidak mendengar kata-kata Adit. Mereka malah menghiraukannya. Sebagian lagi menjadi cemas dan segera meninggalkan jalan itu.

Adit diberitahu oleh seorang penduduk lokal untuk berlari ke atas gunung. Hanya gunung itu lah tempat paling aman. Dengan segera Adit dan sebagian orang berlari menaiki gunung. Gunung tersebut dihuni oleh ular-ular raksasa namun tidak lah berbahaya sehingga manusia serigala tidak lagi mengejar penduduk dan Adit. Saat penduduk dan Adit datang ular-ular tersebut terbangun dari tidurnya yang berhamparan di jalan. Sesaat setelah ular-ular masuk kedalam goa , sebagian penduduk masuk kedalam goa untuk bersembunyi, tapi Adit tetep berlari ke puncak gunung.

Beberapa jam adit di puncak gunung, Adit merasa kesepian karena hanya Adit yang naik ke puncak gunung. Lalu adit menuruni puncak gunung dan menelusuri goa-goa tersebut. Akhirnya Adit bertemu dengan beberapa orang yang menyelamatkan diri. Adit pun merasa aman dan tenang. Di dalam goa, Adit diceritakan kisah-kisah tentang gunung dan pulau itu. Dan ternyata ular-ular raksasa itu adalah penduduk asli pulau itu. Saat malam hari, penduduk asli pulau tersebut berubah menjadi ular raksasa dan disiang hari menjadi manusia kembali. Adit dan penduduk lokal beristirahat dan bermalam didalam goa menunggu pagi.

Saat terbangun, Adit kaget kalau dia sudah berada didalam mobil. Adit bertanya kepada supir. Ternyata, supir itu yang mengangkut Adit untuk menuju pantai. Supir itu adalah penduduk asli yang jika malam berubah menjadi ular raksasa. Adit pun sangat berterima kasih kepada sang supir karna Adit dapat kembali ke kapal ayahnya dan melihat ayahnya yang terbaring lemas diatas kapal. Ayahnya pun kaget melihat Adit ada dihadapannya. Ayahnya bercerita kalau hanya dia yang selamat dari sergapan semalam. Akhirnya Adit dan ayahnya pulang dengan rasa bersyukur.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)