PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Maulana Munazat, ST

Resensi : Abu Bakar Ash-Shiddiq

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 14:11:26 WIB | dibaca: 435 pembaca

Kebuda Selama ini, kalau kita amati sangat sedikit sekali koleksi bahan pustaka yang membahas tentang sejarah hidup tokoh? Berapa banyak yang berkisah tentang sejarah perjuangan sahabat Nabi? Sejauh mana kita mengenal ulama-ulama salaf apabila dibandingkan dengan ilmuwan-ilmuwan modern? Seberapa lancar kita mengeja nama-nama pahlawan Islam dibanding tokoh-tokoh sekuler?

Melalui pemahaman tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sedikit sekali literatur maupun informasi yang bisa kita dapatkan mengenai topik-topik yang menyinggung tentang sejarah intelektual yang berada di lingkungan Nabi ataupun ulama-ulama Islam yang terkenal. Untuk itu pula, buku ini akan terasa sangat penting dan lebih banyak manfaatnya.

Buku ini berbicara tentang manusia sangat agung, sahabat yang paling dekat dan paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang tak lain adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat yang memiliki banyak keutamaan serta kemuliaan. Bahkan dikatakan ia adalah manusia termulia setelah para nabi dan rasul. Keutamaanya adalah sesuatu yang melegenda.

Singkat cerita, Abu Bakar Ash Shiddiq adalah seorang pribadi yang sangat gigih membantu dakwah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Ketika dakwah Islam masih dilakukan secara rahasia dan pemeluknya masih sedikit, Abu Bakar Ash Shiddiq meminta izin kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam untuk berdakwah secara terang-terangan demi upaya penyebaran agama Islam yang lebih luas cakupan nya. Sifat yang terang-terangan dan berani mengambil resiko adalah salah satu ciri sikap yang paling mudah dilacak dari sosok Abu Bakar Ash Shiddiq.

Selain sikap keteguhan hati yang sangat kontras tercermin dalam pribadi Abu Bakar Ash Shiddiq, sosok ini adalah sosok yang sangat tidak memikirkan orang lain. Ia adalah sosok yang rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi asalkan kepentingan kelompok tersebut bisa terlaksana. Selain itu, ia adalah sosok yang sangat bijaksana dan struktural dalam mengambil keputusan.

Kendati berbahasa Indonesia, rujukan yang digunakan cukup kredibel. Kemudian, disajikan dengan bahasa sederhana sehingga sangat mungkin dibaca siapa saja. Melalui buku ini, sang penulis berhasil mengungkap kisah-kisah keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Maka buku ini semoga menjadi pelecut awal bagi kita untuk mau menyibak lembaran-lembaran hikmah tentang sejarah hidup manusia-manusia mulia. Apalagi buku ini bukan buku sejarah murni, melainkan juga boleh dibilang buku hikmah. Dengan membaca kisah perjalanan hidup Abu Bakar Ash-Shiddiq, kita semua diajak becermin: sampai di mana kualitas keberagamaan kita ini?

Bagaimana pula kemuliaan, pengabdian, dan kecintaan Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga diungkap dalam tulisan berjudul Api Cinta. Subhanallah. Ustadz Fariq memberi komentar terhadap kisah ini dengan: Likulli mihnatin minhatun, setiap musibah terdapat karunia.

Kisah-kisah lain serupa ini dapat kita jumpai di buku ini. Mengharukan lagi mencerahkan. Diungkap pula kemuliaan-kemuliaan Abu Bakar, antara lain kegigihan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam berdakwah mampu mengislamkan tiga puluh orang yang masuk Islam. Di antara mereka, Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, Utsman bin Madz’un dan lainnya radhiallahu anhum ajma’in.

Pada dasarnya, banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa dipetik dari sosok maupun pemikiran Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dan karena itu pula, buku ini sangat kaya dengan himbauan-himbauan yang berguna untuk meningkatkan kualitas personal kita dalam hubunan antara manusia maupun hubungan dengan sang pencipta.

Untuk mengetahui kisah-kisah inspiratif yang lain, ayo baca buku ini. Insya Allah banyak sekali inspirasi dan hikmah untuk mencerahkan keberagamaan kita. Semoga buku ini menjadi pintu awal kita untuk semangat mengenal, mempelajari, dan meneladani kehidupan sahabat yang mulia.

Kebuda Selama ini, kalau kita amati sangat sedikit sekali koleksi bahan pustaka yang membahas tentang sejarah hidup tokoh? Berapa banyak yang berkisah tentang sejarah perjuangan sahabat Nabi? Sejauh mana kita mengenal ulama-ulama salaf apabila dibandingkan dengan ilmuwan-ilmuwan modern? Seberapa lancar kita mengeja nama-nama pahlawan Islam dibanding tokoh-tokoh sekuler?

Melalui pemahaman tersebut, dapat ditarik kesimpulan bahwa sedikit sekali literatur maupun informasi yang bisa kita dapatkan mengenai topik-topik yang menyinggung tentang sejarah intelektual yang berada di lingkungan Nabi ataupun ulama-ulama Islam yang terkenal. Untuk itu pula, buku ini akan terasa sangat penting dan lebih banyak manfaatnya.

Buku ini berbicara tentang manusia sangat agung, sahabat yang paling dekat dan paling dicintai oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang tak lain adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Abu Bakar Ash-Shiddiq adalah sahabat yang memiliki banyak keutamaan serta kemuliaan. Bahkan dikatakan ia adalah manusia termulia setelah para nabi dan rasul. Keutamaanya adalah sesuatu yang melegenda.

Singkat cerita, Abu Bakar Ash Shiddiq adalah seorang pribadi yang sangat gigih membantu dakwah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam. Ketika dakwah Islam masih dilakukan secara rahasia dan pemeluknya masih sedikit, Abu Bakar Ash Shiddiq meminta izin kepada Rasul Shallallahu Alaihi Wasallam untuk berdakwah secara terang-terangan demi upaya penyebaran agama Islam yang lebih luas cakupan nya. Sifat yang terang-terangan dan berani mengambil resiko adalah salah satu ciri sikap yang paling mudah dilacak dari sosok Abu Bakar Ash Shiddiq.

Selain sikap keteguhan hati yang sangat kontras tercermin dalam pribadi Abu Bakar Ash Shiddiq, sosok ini adalah sosok yang sangat tidak memikirkan orang lain. Ia adalah sosok yang rela untuk meninggalkan kepentingan pribadi asalkan kepentingan kelompok tersebut bisa terlaksana. Selain itu, ia adalah sosok yang sangat bijaksana dan struktural dalam mengambil keputusan.

Kendati berbahasa Indonesia, rujukan yang digunakan cukup kredibel. Kemudian, disajikan dengan bahasa sederhana sehingga sangat mungkin dibaca siapa saja. Melalui buku ini, sang penulis berhasil mengungkap kisah-kisah keutamaan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Maka buku ini semoga menjadi pelecut awal bagi kita untuk mau menyibak lembaran-lembaran hikmah tentang sejarah hidup manusia-manusia mulia. Apalagi buku ini bukan buku sejarah murni, melainkan juga boleh dibilang buku hikmah. Dengan membaca kisah perjalanan hidup Abu Bakar Ash-Shiddiq, kita semua diajak becermin: sampai di mana kualitas keberagamaan kita ini?

Bagaimana pula kemuliaan, pengabdian, dan kecintaan Abu Bakar Ash-Shiddiq terhadap Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam juga diungkap dalam tulisan berjudul Api Cinta. Subhanallah. Ustadz Fariq memberi komentar terhadap kisah ini dengan: Likulli mihnatin minhatun, setiap musibah terdapat karunia.

Kisah-kisah lain serupa ini dapat kita jumpai di buku ini. Mengharukan lagi mencerahkan. Diungkap pula kemuliaan-kemuliaan Abu Bakar, antara lain kegigihan Abu Bakar Ash Shiddiq dalam berdakwah mampu mengislamkan tiga puluh orang yang masuk Islam. Di antara mereka, Utsman bin Affan, Saad bin Abi Waqqash, Abdurrahman bin Auf, Zubair bin Awwam, Thalhah bin Ubaidillah, Abu Ubaidah Ibnul Jarrah, Utsman bin Madz’un dan lainnya radhiallahu anhum ajma’in.

Pada dasarnya, banyak sekali nilai-nilai positif yang bisa dipetik dari sosok maupun pemikiran Abu Bakar Ash-Shiddiq. Dan karena itu pula, buku ini sangat kaya dengan himbauan-himbauan yang berguna untuk meningkatkan kualitas personal kita dalam hubunan antara manusia maupun hubungan dengan sang pencipta.

Untuk mengetahui kisah-kisah inspiratif yang lain, ayo baca buku ini. Insya Allah banyak sekali inspirasi dan hikmah untuk mencerahkan keberagamaan kita. Semoga buku ini menjadi pintu awal kita untuk semangat mengenal, mempelajari, dan meneladani kehidupan sahabat yang mulia.











Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)