PENGUMUMAN

INFORMASI UMUM

BIMTEK PENYUSUNAN STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR (SOP)

Redaksi | Senin, 16 Mei 2016 - 11:21:25 WIB | dibaca: 2598 pembaca

Setiap pekerjaan selalu memiliki aturan-aturan yang harus diperhatikan, terutama pekerjaan di sistem kepemerintahan. Dalam suatu aturan kerja biasanya kita sebut dengan Standar Operasinal Prosedur (SOP), baik itu pekerjaan pengadministrasian pemerintahan maupun pekerjaan pelayanan publik. Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi, pada hari kamis 14 April 2016 mengadakan Bimtek Penyusunan Standar Oprasional Prosedur (SOP).

Sebagai pemberi pelayanan publik tentu memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP), sesuai dengan UU No. 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik dan UU No. 30 Tahun 2014 Tentang Administrasi Pemerintahan. Setiap pejabat pemerintah pun diwajibkan memiliki pedoman Standar Operasional Prosedur (SOP) bagi pejabat itu sendiri dan juga staff nya. Seperti yang tertera pada UU No. 30 Tahun 2014 diatas pada Pasal 7 ayat (2), Pasal 49, Pasal 52, dan Pasal 71.

Berdasarkan Permenpan No. 35 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penyusunan Standar  Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan Standar, menjelaskan :

  1. Operasional Prosedur adalah serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan;
  2. Standar Operasional Prosedur Administrasi Pemerintahan (SOP AP) adalah standar operasional prosedur dari berbagai proses penyelenggaraan administrasi pemerintahan yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku; 
  3. Administrasi pemerintahan adalah pengelolaan proses pelaksanaan tugas dan fungsi pemerintahan yang dijalankan oleh organisasi pemerintah;
  4. SOP administratif adalah prosedur standar yang bersifat umum dan tidak rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh lebih dari satu orang aparatur atau pelaksana dengan lebih dari satu peran atau jabatan;
  5. SOP teknis adalah prosedur standar yang sangat rinci dari kegiatan yang dilakukan oleh satu orang aparatur atau pelaksana dengan satu peran atau jabatan.

Secara umum SOP adalah pedoman yang berisi prosedur-prosedur standar oprasional dalam suatu organisasi atau kelompok skala kecil maupun skala besar, dan berlaku kepada seluruh orang yang berada dalam organisasi tersebut. Ini bisa dari pejabat eseleon, resepsionis, staf administrasi, office boy, dan supir. Dan  SOP  sendiri digunakan untuk memantau bahwa setiap langkha-langkah, keputusan dan kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang dalam organisasi tersebut dijalankan secara efektif, konsisten dan sistematis. Berikut jenis-jenis SOP  :

  1. SOP Berdasarkan Sifat Kegiatan
    1. SOP Teknis, Merupakan prosedur standar yang sangat rinci yang biasanya kegiatan ini dikerjakan satu orang pelaksana atau aparatur atau peran jabatan. SOP ini diterapkanpada bidang-bidang yang dilaksanakan oleh pelaksana tunggal, seperti dokumentasi, kearsipan, pemeliharaan sarana-prasarana, pemeriksa keuangan.
    2. SOP Administratif, Merupakan prosedur standar yang sangat tidak rinci yang biasanya kegiatan ini dikerjakan lebih dari satu orang pelaksana atau aparatur atau peran jabatan. SOP administratif dapat digunakan untuk proses-proses perencanaan, penganggaran, dan lainnya.
  2. SOP Menurut Cakupan dan Besaran Kegiatan
    1. SOP Makro, Merupakan SOP berdasarkan cakupan dan besaran kegiatannya mencakup beberapa SOP (SOP mikro) yang mencerminkan bagian dari kegiatan tersebut atau SOP yang merupakan integrasi dari beberapa SOP (SOP mikro) yg membentuk serangkaian kegiatan dalam SOP tersebut.
    2. SOP Mikro, Merupakan SOP yang berdasarkan cakupan dan besaran kegiatannya merupakan bagian dari sebuah SOP (SOP makro) atau SOP yang kegiatannya menjadi bagian dari kegiatan SOP (SOP makro) yang lebih besar cakupannya.
  3. SOP Menurut Cakupan dan Jenis Kegiatan
    1. SOP Generik (Umum), Merupakan SOP berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya relatif memiliki kesamaan baik dari kegiatan yang diSOP-kan maupun dari tahapan kegiatan dan pelaksananya.
    2. SOP Spesifik (Khusus), Merupakan SOP berdasarkan sifat dan muatan kegiatannya relatif memiliki perbedaan dari kegiatan yang di-SOPkan, tahapan kegiatan, aktor (pelaksana), dan tempat SOP tersebut diterapkan.
  4. SOP Menurut Cakupan dan Kelengkapan Kegiatan
    1. SOP Final, Merupakan SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya telah menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final.
    2. SOP Parsial, Merupakan SOP yang berdasarkan cakupan kegiatannya belum menghasilkan produk utama yang paling akhir atau final, sehingga kegiatan ini masih memiliki rangkaian kegiatan lanjutan yang mencerminkan produk utama akhirnya.
Adapun pedoman SOP ini sebagai panduan bagi seluruh instansi pemerintah dalam melaksanakan suatu administrasi pemerintahan dan dalam melaksanakan pelayanan publik dengan menyusun, mengembangkan dan memonitoring dengan tugas dan fungsi setiap aparatur pemerintahan. Tujuan bimtek ini setiap staf di  Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi, nantinya memiliki Standar Operasinal Prosedur (SOP) masing-masing agar memudahkan dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan. Sehingga dapat terciptanya ketertiban dalam penyelenggraan sehingga dapat meningkatnya kualitas pelayanan kepada masyarakat.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)