PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Indri Septiani

Cerpen : HOT CHOCOLATE

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 11:04:18 WIB | dibaca: 1266 pembaca

Ipung sedih melihat ibu mesti bangun pagi setiap hari dan siap-siap jualan. Dari jualan itulah Ipung dan ibunya hidup. Hasilnya pas-pasan sekali.

Ipung ingin sekali menolong ibu, namun ia bingung. Apa yang dapat ia lakukan ? selama ini sebelum berangkat sekolah , Ipung bantu apa yang bisa ia bantu. Begitu juga saat pulang sekolah.

Edah,  melihat kegundahan Ipung sahabatnya. Sepulang sekolah Edah pun mengajak Ipung ke rumah makan miliki tantenya, Tante Risa. Edah berpikir pasti tantenya bisa memberikan masukan untuk sahabatnya itu.

“Saya mau lakukan apa saja, Tante, usaha apa saja asal bisa bantu ibu. “Kata Ipung.

“Nah,  ada hal penting yang harus kamu tahu nak, yaitu niat baik. Niat baik Ipung sangat bagus, ingin membantu ibu. Pertahankan dan kembangkan.” Tante Risa mulai memberi arahan.

“Syarat yang kedua, kita harus bekerja dengan sungguh-sungguh. Tidak mudah menyerah dan putus asa. Walau usaha terkadang memang sering membuat kita jatuh bangun dalam proses perjalanannya.”

Tante Risa bercerita tentang awal mulanya ia membuka usaha. Suka duka ia alami dan hadapi. Setiap harinya Tante Risa selalu belajar tentang hal baru, bertemu dengan banyak orang baru, bahkan berkenalan sampai  menjadi teman bisnis pun tak sedikit.

“Tante hebat.” Seru Ipung bersemangat.

“Edah sudah banyak cerita tentang kamu, Pung. Nah, sekarang tante akan beri Ipung sekantung bubuk cokelat, gula, dan beberapa cangkir serta sendok kecil. Ipung bisa merebus air kan ? Di rumah ada termos air panas ?”

“Iya, tante, Ipung bisa kok, rebus air. Di rumah juga ada termos air panaspula, “ sahut Ipung.

“Nah, beres kalo gitu. Nanti sore, Ipung sudah bisa mulai jualan. Tante akan ajarkan bagaimana membuat Hot Chocolate.”

“Hot chocolate?”Kening Ipung mengerut.

Edah tertawa, “Ini, yang didepan kita ini. Hot chocolate, coklat panas!”

Ipung tersenyum malu dan semakin menyimak.

“Di sini, hot chocolate dijual mahal,”kata tante Risa. “Edah jualnya yang murah, biar laris. “

“Baik tante, Ipung pasti akan jualan dengan rajin, tante, “janji Ipung.

Mulai saat itu, Ipung merasa semangat membara membantu ibu. Merasa pintar, dan tahu ia akan berhasil jika bersungguh-sungguh. Dalam hati ia sangat berterima kasih kepada Edah sahabatnya karena sudah mengajaknya bertemu tante Risa.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)