PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Dewi

Cerpen : Ingin tetap disini dikaki bukitmu “RINJANI….”

Redaksi | Rabu, 08 November 2017 - 14:35:17 WIB | dibaca: 320 pembaca

Dan ketika itu, liburan akhir semester sudah tiba, semua siswa siswi mulai mengatur rencana buat mengisi liburan mereka, tak terkecuali siswa siswi yang ada dikelas VIIC.suasana kelas mulai gaduh penuh dengan rencana, kecuali nita yang hanya menanggapi suasana tersebut dengan nada biasa saja, tanpa harus senang ataupun sedih, tahun ini ia memang tak memeliki rencana kemana-mana, karena ayah dan ibunya sedikit sibuk menjelang semester kali ini.

“tha,,,kamu liburan kemana? Tanya rini sahabatnya

Nita hanya menggelengkan kepalanya dan tersenyum, namun ia tetap fokus pada buku yang dibacanya

“jadi,,,kamu ngga kemana2, hmmm….kalo gitu ikut sama aku aja, kita mau kerumah nenek

dikampung, tepatnya disembalun, Lombok timur,,,

Mendengar ajakan sahabatnya, nita mulai tertarik, dan menatap sahabatnya dalam-dalam
Sembalun,,,,iya benar sembalun, hamparan bukit-bukit dikaki gunung rinjani, penuh dengan kebun stroberri dan pastinya suasana penduduk disana sangat jauh berbeda, aku harus kesana” ujarnya dalam hati nita ko diem aja, kamu mau ikut ato ngga”. Teriak rini

Iyaa aku mau,,,,” semangat nita.

Senin, tepatnya awal liburan semester rombongan nita dan rini bersiap-siap berangkat dan beberapa jam kemudian sampailah rombongan tersebut ditempat tujuan, nita tak bisa mngerdipkan matanya, melihat pemandangan disana, sungguh ia tak bisa membahasakan apa yang ia lihat saat itu, nita segera turun dari mobil yang dtumpanginya, ia terus berjalan menyusuri setiap jalan yang ada disana, sungguh membuat nita terkagum-kagum akan suasana yang disana

Benar-benar desa ini, penuh dengan bukit-bukit yang berada dikaki gunung rinjani, kebon stroberinya, penduduk yang ramah tamah tetap senyum saat bertemu dengan siapa saja, semua yang tertulis dalam buku itu terlihat jelas disini , nita seakan-akan berada dalam buku yang ia baca tentang sebuah desa yang berada dikaki gunung rinjani yaitu desa sembalun, sebuah desa kecil yang berlokasi di sebelah utara kaki Gunung Rinjani.

Desa kecil yang indah di ketinggian sekira 1.156 m ini menyuguhkan pemandangan alam yang indah sekaligus menjadi salah satu jalur populer titik awal pendakian ke Gunung Rinjani (3.726 m dpl). Selain Desa Sembalun Lawang, Desa Senaru adalah pintu gerbang lainnya untuk mencapai kemegahan Gunung Rinjani yang berlokasi di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Nuansa pedesaan kental terasa terutama saat melihat petani melakukan aktivitas mereka dengan cara tradisonal.Setibanya di Desa Sembalun, pemandangan alam yang lain sudah menunggu untuk dikagumi. Selain hijau oleh pepohonan dan vegetasi pegunungan, desa ini nyaris dikelilingi oleh megahnya tebing-tebing batu yang kemiringannya nyaris mencapai 90 derajat. Dinding batu ini adalah hasil pembekuan materi letusan atau lava yang dimuntahkan Gunung Rinjani ratusan tahun lalu.

Di beberapa bagian, tampak lumut dan rerumputan melapisi batuan tersebut menambah pesona kecantikannya. Udara segar pegunungan akan memenuhi paru-paru Anda. Sungguh nuansa dan pemandangan alam tropis yang eksotis dan berkesan.

Kata demi kata tentang desa sembalun masih teringat dalam ingatan nita, tiba-tiba lamunan nita terpecah saat rini datang menghampirinya

“nita,,,,, kamu cepet banget jalannya, ayo kerumah nenek dulu” ajak rini

Ohh,,,yaah, soryy, aku lupa, aku terbawa suasana disini jadi ngelupain kamu” jawab nita dengan senyum mengembang diwajahnya

Setelah beberapa menit berjalan, akhirnya mereka berdua sampai disebuah rumah sederhana, yang dikelilingi oleh tanaman stroberi didepan rumah

Nenekk,,,,”sapa rini pada wanita tua yang menyambutnya didepan pintu rumah, nita langsung memeluknya penuh bahagia,

O,,yaah nek kenalin, ini sahabat saya nita, dia temen kelas saya”ujar rini pada neneknya
Nita langsung tersenyum dan mencium tangan wanita tua itu

saya nita,,,nenek apa kabar?tanya nita dengan sopan

Nenek aisyah, namanya, tersenyum melihat tingkah nita dan langsung memeluknya seperti cucu sendiri gimana kalian udah jalan-jalan didesa sembalun, senang kan, “Tanya nenek aisyah
“senang nek, saya suka disini..”jawab nitapenuh semangat

Semua yang ada disana tertawa melihat tingkah nita

“kalo gitu ntar malem kalian harus hadir dalam perayaan adat, desa sembalun yaitu upacara Ngayuh Ayu, dirumah adat, semua warga sembalun lawang akan hadir juga disna…” ajak nenek aisyah
“aku ikutttt….”semangat rini

Aku juga mau ikut dunk”jawab nita yang tak mau kalah.

Akhirnya malam itu tiba, semua warga sembalun berkumpul dirumah adat, disana mereka membawa hasil pertanian dari kebun masing-masing, perayaan ini dilakukan dibulan rajab tahun hijriah pada umat muslim,

Sembalun memiliki warisan nilai yang tercermin dari ritual adatnya, salah satunya adalah upacara Ngayuh Ayu yang sejak 635 tahun silam telah menjadi ajang silaturahmi masyarakat dan raja-raja nusantara. Upacara tiga tahunan ini masih dilaksanakan hingga saat ini pada 5, 15, dan 25 bulan Rajab.

Rombongan keluarga rini sampai diacara, tak terkecuali nita juga ikut dalam rombongan itu, acara adat itu berjalan dengan penuh meriah, semua warga menikmati malam itu termasuk nita dan rini, mereka berdua sangat senang malam itu.

Tak terasa sudah 2 hari nita dan rini berada didesa sembalun lawang, menikmati indahnya desa tersebut, dengan pemandangan yang sungguh membuat semua orang terkagum dan ingin tetap berada disana,

Pagi itu nita dan rini bersiap-siap untuk kembali kekota, memulai aktifitas sekolah seperti biasa tapi, disudut ruangan nita masih berdiri mematung memandangi deretan bukit yang masih terbentang disana, tak terasa airmatanya menetes hingga ia tak bisa mengucapkan apa-apa lagi dengan apa yang pernah ia lalui dan nikmati disana, keindahan sembalun dengan adat istiadat dan kebudayannya memang tak bisa ia bahasakan namun ia hanya bisa menangis untuk menggantikan setiap kata-kata yang ingin ia katakan.

“tha,,,kamu kenapa?tanya rini

Mendengar suara rini datang nita langsung memeluk rini dan berkata
“ aku ngga ingin pulang, aku ingin tetap berada disini, disamping nenek aisyah, tetap berada dikaki gunung kebanggaan kita, aku ingin tetap disini…ingin tetap mengikuti acara adat dan budaya disini, didesa sembalun lawang…

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)