PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Iman Lazuardi Zulkarnain, S.Kom

Cerpen : JADILAH MANUSIA PADI

Redaksi | Rabu, 08 November 2017 - 14:50:40 WIB | dibaca: 697 pembaca

Padi, tumbuhan hijau merumpun yang hidup ditanah bajak yang basah, ternyata banyak hal yang dapat kita petik dari tumbuhan ini. Tumbuhan yang mempunyai nilai filosofi yang tinggi dan jika saja filosofi ini diterapkan pada semua kalangan, pastinya kita dapat hidup dengan sejahtera. Bagaimana bisa begitu?

Padi itu terdiri dari berbagai usia, ada yang masih muda, ada yang baru berbuah, ada yang sudah mulai menua. Padi yang baru tumbuh, yang masih muda, sering kali terlihat mendongak, sementara yang sudah mulai berisi dan mulai menua terlihat menunduk. Orang bilang “mari kita belajar dari filosofi padi, semakin berisi semakin merunduk.”

Diluar sana, banyak kita lihat orang-orang yang masih muda, baru selesai pendidikan, biasanya mereka terlihat begitu sombong, begitu angkuh, begitu membanggakan dirinya, seakan-akan baru dapat jurus baru dari guru yang sakti.

Mari kita lihat, setelah mereka melewati sekian tahap kehidupan, setelah mereka menemui beberapa orang yang jauh lebih hebat daripada mereka, setelah mereka jatuh bangun dalam menjalankan ilmunya. Baru mereka sadar, bahwa apa yang mereka punya belum cukup. Ilmu dan ketrampilan yang mereka miliki ternyata tidak pantas untuk menjadikan mereka sombong. Ternyata apapun yang mereka miliki, belum ada apa-apanya.

Dari ilmu padi kita bisa banyak belajar, bahwa setinggi apapun ilmu kita, tidak layak kita sombong. Sepintar apapun kita, sebaiknya kita tidak usah membanggakan diri kita. Kenapa begitu?

Pertama, karena diatas langit, pasti masih ada langit. Sepintar apapun kita, pasti ada orang yang lebih pintar dari kita. Sehebat apapun kita, pasti ada orang yang lebih hebat daripada kita. Maka kita seharusnya tetap rendah hati.

Kedua, bukankah yang layak sombong hanya Allah SWT. Kenapa? Karena yang kita miliki ini, kepintaran kita, keilmuan kita, keterampilan kita, semua datangnya dari Allah SWT. Andai Allah mengambilnya, maka  dalam seketika kita tidak punya apa-apa dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Kalau demikian, lantas apa yang kita sombongkan dan banggakan di hadapan manusia? Kita tidak punya apa-apa, kita tidak bisa apa-apa, kita tidak mampu apa-apa. Hanya Allah SWT yang memampukan kita.

Ketiga, sombong itu penyebab kegagalan. Ketika kita sombong, kita akan dijauhi oleh orang lain, dihindari dan dibenci oleh banyak manusia. Kalau sudah demikian, bagaimana kita bisa sukses? Bagaimana kita bisa berhasil? Bagaimana kita bisa menjalani kehidupan ini dengan baik, ketika semua orang membenci kita, ketika banyak orang tidak suka dengan kita, ketika banyak orang tidak menghargai kita?!

Jadi, mari terus belajar, selalu berbagi dan tetaplah rendah hati.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)