PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Dewi

Cerpen : Penghalang Cinta

Redaksi | Rabu, 08 November 2017 - 14:44:05 WIB | dibaca: 307 pembaca

Merasakan pertama kali lulus wisuda sebagai perawat S1 Keperawatan membuat aku tak lupa untuk bersyukur terus menerus karena  sebuah proses pencapaian yang saangat panjang dan penuh liku-liku yang sangat dramatis. Siang itu hal tak terduga muncul seorang laki-laki yang satu tahun di bawah umurku memberikan setangkai mawar merah yang membuat aku tertegun sejenak dan bingung harus berbuat apa.”Aku cinta padamu” Apakah engkau mencintaiku juga? Sejenak aku terdiam dan tak mampu untuk berkata apa-apa karena hatiku baru hancur oleh Dodi sekitar 4 bulan lalu. Aku bingung dan menatap matanya yang penuh dengan keikhlasan sehingga entah dorongan apa yang membuat aku menerima cinta itu. Dimas sungguh bahagia dan memintaku untuk foto berdua. Aku bingung menyatakan suasana hatiku senang atau sedih.

Tapi aku langsung terburu-buru untuk pulang dari tempat itu. Dimas merasa terheran-heran dan menangkap tangan Dina. “Maaf aku langsung pulang karena orangtuaku sudah menunggu di luar tanpa menoleh ke arah Dimas.

            Aku hanya menanggapi semua ini dengan biasa-biasa saja. Tapi tak disangka perhatiannya sangat berlebihan sehingga rasa ini tumbuh dengan cepat. Selama bersama dia hidup ini sangat berarti. Banyak hal yang diajarkan padaku. Dalam hidup ini ternyata kita harus menjadi diri kita sendiri. Aku sangat bersyukur dan banyak mengenal hal-hal yang baru. Sungguh sangat bahagia dan tak terukir perasaan ini yang tak mampu diungkapkan dengan kata-kata. “Dina aku ingin kamu menjadi ibu dari anak-anakku kelak nanti”. Dimas menyematkan cincin di jari manisku sehingga aku hanya mampu terdiam dan menerima cincin di jari manisku. Bahagia dan seperti putri raja yang duduk di atas singgasana yang megah. “Tapi aku takut untuk berumah tangga karena kedua orangtuaku tidak pernah akur selama mereka berumah tangga sampai sekarang.” “Mereka tidak pernah bersatu dalam segala sesuatu karena papaku hanya seorang laki-laki yang egois dan tidak pernah bertanggung jawab.” “Tenang Din, aku akan menjaga kamu sepenuhnya dan tidak akan pernah meninggalkanmu walaupun banyak rintangan yang menghalangi kita. Aku hanya menatap dia dengan penuh linangan air mata yang sangat terharu. Aku merasa cinta sejati yang benar-benar tulus. “Aku sangat bahagia Dimas, kamu menerima aku apa adanya walaupun aku bukan wanita yang sempurna. Dimas memelu










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)