PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Fitri Syifa Khotimah

GERHANA BULAN SEBAGIAN

Redaksi | Selasa, 10 Oktober 2017 - 12:14:55 WIB | dibaca: 410 pembaca

Gerhana bulan merupakan peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bumi, sehingga cahaya tidak sampai ke bulan seluruhnya. Peristiwa ini adalah akibat dari dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi, dan bulan. Gerhana bulan kali ini adalah gerhana bulan sebagian atau dikenal juga dengan nama gerhana bulan parsial.

Gerhana Bulan Sebagian terjadi akibat pergerakan Matahari – Bumi – Bulan. Selama pergerakannya mengelilingi Bumi dan bersama Bumi mengelilingi Matahari, ada kalanya Bumi berada di antara Bulan dan Matahari. Atau lebih tepatnya, saat Bulan mencapai fase purnama dan berada di sisi berlawanan dengan Matahari maka posisi Matahari – Bumi – Bulan sejajar. Akibatnya, cahaya Matahari terhalang oleh Bumi dan tidak mencapai Bulan. Meskipun demikian, kemiringan 5º dari orbit Bulan menyebabkan tidak setiap Bulan Purnama terjadi Gerhana Bulan. Ketika terjadi gerhana, Bulan akan memasuki bayangan Bumi yang kalau diamati memiliki dua komponen kerucut.  Bayangan pada kerucut terluar adalah area bayangan penumbra dimana Bumi mengahalangi sebagian cahaya Matahari untuk mencapai Bulan. Sedangkan kerucut yang ada di dalam kerucut penumbra atau yang disebut umbra merupakan area dimana Bumi menghalangi seluruh cahaya Matahari untuk mencapai Bulan. Saat gerhana bulan sebagian, tidak seluruh permukaan Bulan masuk dalam umbra Bumi. Hanya sebagian saja yang berada di dalam bayang-bayang inti Bumi, sedangkan sebagian lainnya berada dalam kerucut penumbra. Karena itu, bulan purnama akan jadi lebih redup dan sebagian lagi tidak tampak atau jadi lebih gelap.

Gerhana Bulan Sebagian 7-8 Agustus 2017 akan berlangsung selama 5 jam 53 detik. Dari keseluruhan gerhana, 20% permukaan Bulan akan berada dalam bayang-bayang Bumi selama 1 jam 55 menit 14 detik. Pengamat yang berada di Eropa, Afrika, Asia dan Australia akan dapat mengamati Gerhana Bulan terakhir tahun 2017 ini.  Di Indonesia, seluruh wilayah Indonesia bisa mengamati seluruh proses Gerhana Bulan Sebagian. Untuk sebagian wilayah Papua, kontak terakhir saat Bulan meninggalkan penumbra tidak dapat diamati karena Bulan sudah terbenam dan Matahari sudah terbit.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)