PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Oleh : Nunung Nurrohmatul Ummah

LITERASI DI SMAN 2 CIKARANG PUSAT, BERGELORA dan MEMBAHANA?

Redaksi | Rabu, 05 Juli 2017 - 14:21:39 WIB | dibaca: 863 pembaca

Gerakan Literasi Sekolah (GLS) sedang digalakkan oleh Kemendikbud sebagai pengejawantahan Permendikbud nomor 21 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti. Sebagai pedoman pelaksanaannya di terbitkan berbagai buku saku GLS sesuai tingkat sekolah. GLS menjadi kewajiban bagi semua sekolah, karena merupakan salah satu instrument untuk menanam dan menumbuh kembangkan budi pekerti pada diri siswa. GLS merupakan salah satu sarana bagi sekolah untuk mengaplikasikan sekolah sebagai sarana pendidikan bagi anak bangsa. GLS bukan hanya kegiatan membaca tetapi juga dilengkapi dengan kegiatan menulis yang berlandaskan keterampilan, mengubah, meringkas, memodifikasi, memparafrase dan sebagainya.

Menumbuhkan budi pekerti merupakan salah satu fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan. Tapi bagaimana sejatinya dengan membaca buku kok bisa menumbuhkan budi pekerti? Mungkin tidak langsung berubah 180Ā° atau sekedar 90Ā°. Menanamkan budipekerti melalui GLS lebih merupakan kegiatan investasi. Yang jelas jika diberi masukan maka akan terjadi proses. Melalui membaca peserta didik akan mendapat wawasan. Apa pun yang dibaca, baik novel, pengetahuan umum, biografi, fiksi apalagi ensiklopedia. Membaca Novel membuat siswa menangkap kehidupan sosial yang mewarnai novel tersebut. Penyampaian dengan novel akan lebih mudah diterima peserta didik. Siswa pembaca akan mendapat gambaran kondisi orang pergi haji di masa penjajahan Belanda. Secara bervariasi anak akan menangkap berbagai pesan tersirat dari cerita. Orang yang pandai dengan berbagai bahasa akan mudah menembus berbagai lingkup pergaulan. Orang yang pandai secara pengetahuan dan bertatakrama mudah diterima di berbagai kalangan. Menilai orang tidak bisa hanya dari segi penampilan saja. Dan lain sebagainya. Ini hanya contoh dari satu buku saja. Bayangkan bagaimana jika kita kondisikan membaca ini secara rutin di tiap-tiap institusi pendidikan di seluruh pelosok. Pasti lebih banyak buku yang mereka sempat baca.

Minat baca, sebagaimana diketahui khalayak umum, di Indonesia masih sangat rendah. penciptaan kondisi adalah hal yang sangat penting. Dengan demikian sekolah yang merupakan pasukan terdepan setelah keluarga dalam mendidik generasi penerus bangsa harus menciptakan lingkungan yang dimaksud. Selanjutnya, sekolah yang mempunyai tugas besar dalam gerakan ini melaui menciptakan kondisi yang kondusif harus menjadikan GLS sebagai gerakan yang sukses baik secara kuantitas dan kualitas, sehingga menjadi bermakna bagi siswa. SMAN 2 CIKARANG PUSAT melaksanakan GLS melalui program pembiasaan. Menyadari kebiasaan dan hobi membaca bukanlah hobi yang jadi favorit. Sehingga, sekolah berfokus pada penciptaan kenyamanan. Usaha itu dilaksanakan sekolah dengan cara membebaskan lokasi dan posisi siswa membaca. Membebaskan bagaimana? Adakalanya sekolah menyediakan waktu sepanjang satu jam untuk membaca. Bukan hanya 15 menit. Waktu yang 1 jam ini silakan dimanfaatkan dimanapun dan bagaimanapun para siswa membaca.

Upaya lain yang dilakukan sekolah adalah menghadirkan pihak lain. Mereka dihadirkan untuk mengobarkan semangat peserta didik menulis. Pihak lain ini adalah kelompok praktisi dalam dunia literasi. Salah satu yang diundang pihak sekolah adalah Forum Lingkar Pena (FLP) wilayah Bekasi. FLP menjawab undangan langsung dijawab kehadiran sang ketua.

Ketua FLP menantang peserta didik untuk praktik menulis, bukan hanya memberikan teori. Tantangan menulis yang diajukan FLP menarik siswa. Sebab, diakhir sesi dipilih beberapa tulisan terbaik dan dihadiahkan buku bagi penulisnya. Para siswa mayoritas merasa puas dengan kelas menulis yang diselenggarakan. Hal ini dapat diketahui ketika dilakukan wawancara secara acak pada siswa.

Bulan September 2016 Basipda Kabupaten Bekasi menyelenggarakan Pameran Buku. Kegiatan ini menjadi surga bagi sekolah-sekolah di Kabupaten Bekasi termasuk SMAN 2 Cikarang Pusat. Mengapa menjadi surga? Pertama lokasi sekolah kami dekat dengan tempat pameran, yaitu komplek perkantoran Pemda Bekasi. Kedua, di pameran buku itu dijual banyak buku murah dari penerbit mayor. Berbondong-bondong, secara bergiliran siswa diajak berkunjung dan berbelanja di pameran. Tujuannya adalah memperkaya pengalaman baca dan menambah wawasan aneka buku.

Gerakan Literasi Sekolah di SMAN 2 Cikarang Pusat dilaksanakan juga dengan bersinergi dengan program Badan Arsip dan Perpustakaan daerah kabuapten Bekasi. Siswa dan guru dikirim pada program Bimbingan Teknis Literasi yang disenggarakan pada Oktober 2016. Hari pertama, siswa mendapat bimbingan teknik mengukur kemampuan baca. Hari kedua dilakasanakan kunjungan, studi lapangan yang dilaksanakan ke Perpustakaan Propinsi Jawa Barat..

Berbagai cara ditempuh sekolah untuk membangkitkan dan meningkatkan kuantitas dan kualitas Gelora Literasi di SMAN 2. Salah satu caranya adalah lomba meresensi buku. PenugasanĀ  membuat cerpen membaca buku hingga meresensi dan membuat film juga termasuk didalamnya. Demikianlah GLS diharapkan dapat menanamkan dan menumbuhkan karakter baik dalam diri siswa. Dengan membaca para siswa diharapkan terasah daya tangkapnya terhadap informasi yang diperoleh. Menuliskannya kembali adalah upaya membiasakanĀ  siswa mengkomunikasikan informasi yang telah diperoleh. cara ini tentu saja mengalami pencernaan oleh siswa terlebih dahulu akhirnya diputuskan bagaimana mereka memutuskan untuk mengkomunikasikannya, dan semua itu perlu latihan. Literasi terbukti membantu siswa lebih mudah memahami soal, serta membantu siswa mengkomunikasikan pemikiran. Gerakan literasi sekolah ini terlihat dan terasa sangat sederhana dan biasa saja kan ? Cerita ini sengaja dituliskan dan dikabarkan. Berharap kisah yang sederhana ini bisa memberikan inspirasi bagi sekolah lain. Sekolah yang sebelumnya merasa tidak memiliki fasilitas baik buku maupun perpustakaan. Sekolah yang merasa lingkungannya kurang mendukung. No excuse to blame but yourself! Di mana ada kemauan pasti ada jalan! Saat terbaik untuk memulai adalah sekarang! Salah satu tempat terbaik untuk memulai mendidik karakter adalah sekolah. Sekecil apapun upaya kita jika untuk kebaikan pasti berdampak baik bagi semuanya.










Komentar Via Website : 2
ogahuyixapa
31 Maret 2019 - 17:33:51 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n 500 Mg[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin 500mg Capsules</a> duo.taru.basipda.bekasikab.go.id.oll.fs okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
oqolonulukou
31 Maret 2019 - 18:19:52 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxil[/ur l] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin Online</a> bnr.mmkn.basipda.bekasikab.go.id.vgf.gv okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)