PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Kahfi Ananda Giatama, S.Sos

MATINYA IVAN ILYICH

Redaksi | Selasa, 10 Oktober 2017 - 12:06:50 WIB | dibaca: 241 pembaca

Penulis: Leo Tolstoy

Penerbit: Papyrus

Tahun: 2017

Halaman: 74 halaman

Sebagian besar karya-karya yang dihasilkan oleh penulis berkebangsaan Rusia memang lekat dengan gambaran yang penuh kesedihan dan kepedihan. Berbeda dengan kajian sastra Amerika Latin yang sangat eksotis dan menggelora. Sastra Rusia lebih terlihat kelam. Sastra Rusia lebih nyaman dalam balutan pencarian makna hidup yang dipenuhi oleh situasi-situasi yang problematis dan pelik.

Salah satu pionir dari gaya kepenulisan tersebut adalah Nikolai Gogol serta Leo Tolstoy. Gogol dalam karya terbesarnya, Jiwa-Jiwa Mati, memperlihatkan bahwa dunia hanya sebuah kehampaan. Suasana yang sangat menyeramkan ditampilkan begitu mendominasi.

Lalu Tolstoy, meskipun terlihat seperti permulaan, namun sudah cukup untuk mengidentifikasi gaya kepenulisan Tolstoy. Penuh kegetiran dan pedih adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan sebagian karya Tolstoy.

Perbedaan yang kontradiktif begitu kentara dalam upaya menelaah gaya penulisan sastra Amerika Latin dengan Rusia, namun persamaan jelas masih terdapat diantara dua kutub ini. Persamaannya terletak pada aliran yang dianut, realisme sosialis. Realisme sosialis adalah aliran sastra yang memproduksi karyanya melalui situasi-situasi faktual yang sedang terjadi masyarakat. Biasanya, jenis sastra ini tak jauh-jauh dari persoalan kehidupan, ketidakadilan dan penindasan.

Konsepsi sedang membaca kehidupan berlaku ketika membaca karya Tolstoy, terkhusus buku Matinya Ivan Ilych yang sangat pendek ini – dan lazim dikatakan novelet – terlalu sesak oleh pelajaran dan pesan-pesan tentang kehidupan.

Dengan latar yang “Rusia” banget, mulai dari nama tokoh, latar tempat dan kebiasaan-kebiasaan yang digambarkan sangat mewakili kebudayaan Rusia atau Eropa pada waktu itu. Novelet ini sangat tidak dianjurkan bagi pembaca yang hatinya mudah terpengaruh karena karya Tolstoy yang satu ini memancing pembaca untuk merenung, meratapi sampai menangis seketika.

Sebagaimana karya Tolstoy pada umumnya, novelet ini sangatlah dalam dan berkesan. Novelet ini bercerita tentang pencarian makna dan arti kehidupan. Banyak sekali pesan-pesan moral yang coba diselundupkan oleh Tolstoy dalam karyanya, dan itu sangatlah bagus karena mengajak pembaca untuk merefleksikan diri tentang apa-apa saja yang sudah ia lakukan semasa hidupnya. Sudah benarkah hidup kita sekarang?

Kehidupan yang bagaimana yang dimaksud dalam novelet ini? Kehidupan yang bahagia tentunya. Lalu bagaimana hidup yang bahagia itu? Tolstoy dengan cermat menjelaskan hal itu, dalam novelet ini kehidupan yang bahagia diukur dari bagaimana kita menjalin suatu relasi yang baik terhadap keluarga, masyarakat, hingga Tuhan.

Menurut Tolstoy, kehidupan yang bahagia adalah hidup yang berani melepaskan, tidak terjebak dalam kefanaan duniawi seperti hidup mapan dengan bergelimang harta dan jabatan setinggi cakrawala. Novelet ini adalah refleksi Tolstoy kentang kepalsuaan dan kebohongan yang masih sering terjadi, pencitraan adalah yang paling dicecar habis.

Kelebihan novelet ini adalah sangat filosofis. Terlalu banyak keresahan yang bersumber dari observasi Tolstoy semasa hidupnya. Novelet ini sangat cocok untuk orang dengan kepribadian yang pongah dan congkak, pribadi yang selalu merasa paling “wah” dan benar. Namun ternyata hanya seonggok manusia yang masih terlihat kecil di mata Tuhan karena penyimpangan yang terjadi semasa hidupnya ketika mengejar jabatan atau materi semata.

Sisi filosofis dari novelet ini tak ubahnya seperti pembelajaran untuk introspeksi diri, cocok untuk meningkatkan dan memantapkan diri menjadi yang lebih baik lagi di masa yang akan datang. Meskipun tidak dijelaskan apa dan bagaimana menjadi manusia yang baik, namun plot cerita ini yang menjadi pengantar pada pesan menjadi manusia yang baik dan benar. Setidaknya versi Tolstoy.

Meskipun sangat pendek dibandingkan karya-karya Tolstoy yang lain, novelet ini tidaklah gersang dan justru sangat kaya didalamnya. Novelet ini sangat baik dibandingkan dengan buku-buku motivasi yang tersebar di toko buku mayor. Meskipun ringkas, novelet ini bisa menimbulkan dampak yang menghentak, efek yang bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan kecil seperti: “wah iya ya” atau “oh jadi selama ini saya keliru ternyata”.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)