PENGUMUMAN

ARTIKEL PERPUSTAKAAN

Oleh : RINA NATASYA

PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN BAHAN PUSTAKA

Redaksi | Selasa, 04 Oktober 2016 - 09:48:24 WIB | dibaca: 3630 pembaca

Pada tahun 1937, Randolph G. Adams seorang pustakawan sekolah di Amerika telah mengagetkan teman seprofesinya dengan menyebutnya sebagai “musuh buku”. Adams berpendapat pada saat sekarang ini pustakawan seharusnya sekaligus menjadi administrator dan bukan pengumpul buku belaka dan dia menganggap bahwa perhatian teknologi fungsi pemeliharaan bahan pustaka sangat kecil. Untuk dapat membangun perpustakaan yang besar, pustakawan harus mutlak memiliki :
  • Pengetahuan dan apresiasi tentang perasaan kolektor buku.
  • Bahwa profesi secara keseluruhan harus memperlihatkan penghargaan yang tinggi terhadap bahan pustaka sebagai hasil seni.
  • Pustakawan punya tanggung jawab dalam hal mengumpulkan dan sekaligus melestarikan koleksi langka.
  • Secara kontinyu mengawasi stok untuk memilih item-item koleksi apa yang menjadi l angka.
  • Mengamati koleksi langka di luar perpustakaan untuk dimasukkan dalam jajaran koleksi.
  • Bertindak tegas terhadap kemungkinan penyalahgunaan bahan pustaka berharga bagi pemakai.

Secara umum menurut kondisi bahan pustaka dapat dibedakan atas tiga jenis :

  • Bahan pustaka yang masih baik, bersih, utuh belum berubah warnanya, belum berpenyakit.
  • Bahan pustaka yang sudah berpenyakit dalam artian sudah diserang serangga sehingga timbul noda-noda coklat.
  • Bahan pustaka yang telah rusak dengan tingkat kerusakan tertentu sehingga memerlukan perbaikan dan bahkan ada yang sudah terlalu parah sehingga tidak bisa di perbaiki lagi.

Faktor-faktor yang bisa merusak buku, diantaranya :

  • Faktor Biotis (termasuk jamur dan serangga)
Bahan pustaka yang sudah menderita penyakit jamuran biasanya warna kertasnya berubah menjadi kuning, karena memang jamur bisa menyebabkan berubahnya warna kertas, di samping, itu jamur bisa menyebabkan kertas lengket satu dengan yang lain sehingga halaman bahan pustaka tersebut tidak bisa dibuka dan kalau hal ini dipaksa, halaman itu bisa robek. Jamur bisa tumbuh subur karena kelembaban udara yang tinggi Jamur akan berhenti berkembang biak kalau kelembaban udara tidak sesuai.
  • Faktor fisika
Suhu udara yang tinggi dapat mempercepat proses perusakan kertas karena kertas menjadi kering dan pecahpecah dan rapuh. Kelembaban yang tinggi dapat menyuburkan tumbuhnya jamur dan sebaiknya kelembaban yang rendah dapat menyebabkan kertas menjadi kering dan cepat hancur. Selain itu sinar matahari yang langsung mengenai buku akan merusak buku. Debu juga bisa menjadi musuh buku karena selain mengganggu kesehatan, debu dapat menimbulkan noda-noda, mengaburkan tulisan dalam buku, menularkan jamur.
  • Faktor kimia
Bahan pencemaran udara banyak bervariasi dan yang berbentuk gas pencemaran, partikel logam sampai unsur yang besar seperti misalnya debu dalam udara merupakan salah satu penyebab besar rusaknya kertas dan bahan organik lain yang bisa menimbulkan noda-noda permanen pada kertas tersebut. Pencemaran tadi bisa dikendalikan dengan cara menjaring udara.
  • Faktor Manusia
Bukan hanya serangga saja yang merupakan musuh besar buku, tetapi juga manusia. Hanya dengan cara memegang buku saja sudah bisa merusak buku. Tangan yang kotor atau berminyak bisa mengganggu kondisi buku karena tangan yang berminyak bisa mendatangkan kecoa atau serangga lain. Belum lagi ada tangan jahil yang sengaja merobek kertas dan sekedar mencorat-coret dengan tinter sambil memberi komentar yang tidak perlu. Sering kali kites lihat ada orang yang sengaja melipat bagian tertentu sebagai batas halaman yang akan difoto kopi, lebih-lebih pada buku banyak halamannya tebal, misalnya Ensiklopedi dan kamus. Kerusakan ini akan bertambah besar karena buku-buku tebal itu harus ditekan apabila difoto copy.
  • Faktor bencana alam
Kebakaran atau banjir misalnya merupakan bencana yang bisa tiba-tiba terjadi. Kewaspadaan dan kesiapan penting, sehingga bisa diambil tindakan yang cepat dan tepat untuk bisa mengurangi resiko kerusakan apabila benar-benar terjadi, misalnya menyiapkan alat pemadam kebakaran di setiap ruangan. Usaha pencegahan kerusakan buku memang harus dilakukan sedini mungkin. Hal ini memang jauh lebih baik dan mudah dibandingkan dengan melakukan perbaikan terhadap buku yang terlanjur rusak.
Pencegahan kerusakan bahan pustaka, diantaranya :
  • Vacuum cleaner
Vacuum Cleaner juga bisa dimanfaatkan dengan sedikit peringatan yaitu karena daya fiisapnya yang sangat kuat maka dari itu alat ini digunakan secara hati-hati. Pergunakan Vacuum Cleaner ini untuk mengisap debu yang mengotori tempat penyimpan buku dan bagian luar buku pada yang masih baik/kuat dan jangan pada buku yang sudah rapuh karena bisa berakibat semakin rusaknya buku tersebut. Karet busa atau spon dapat juga dipakai untuk membersihkan buku dari debu. Sebaiknya karet busa ini dipergunakan membersihkan dari arah tengah terlebih dahulu barn ke arah pinggir. Noda-noda yang sukar dihilangkan dengan kuas atau sikat bisa dilakukan dengan karet penghapus.
  • Meletakkan buku pada almari kaca
Meletakkan buku pada almari kaca merupakan salah satu cara untuk menghindari serangan debu. Namun demikian, Buku-buku yang ditempatkan pada almari kaca itu masih tetap harus dibersihkan secara berkala.
  • A C (Air Conditioning)
Memasang AC pada ruangan perpustakaan juga merupakan salah satu cara untuk merawat buku. Dengan memasang AC, berarti ruangan harus dalam keadaan tertutup berarti mengurangi masuknya debu, AC ini bisa membantu menurunkan kelembaban udara, Mencegah perkembangan tumbuhnya jamur pada buku. Selain itu AC juga bisa mengatur suhu dan kelembaban udara ruangan sesuai dengan standar penyimpanan buku yaitu antara 20 s.d. 24 derajat celcius dan kelembaban antara 45 s.d. 60 RH.
  • Insektisida
Agar ruangan penyimpanan buku atau ruangan baca buku dapat terbebas dari serangan serangga, Sebaiknya dinding, langit-langit, rak buku dan tempat penyimpanan secara berkala di semprot dengan bahan Insektisida. Serangga tidak menyukai bau-bau yang berbau kamfer, napthalene ball dan bahan yang sejenis.
  • Sinar matahari
Sinar matahari harus dicegah langsung masuk melalui cendela, karena sinar matahari langsung bisa merusak buku. Untuk itu, setiap jendela harus dilengkapi dengan kaca filter atau kaca difuser guna melemahkan sinar matahari yang masuk. Mikrofilm dan mikrofis juga sudah banyak dilakukan walau tentu saja relatif mahal. Pada umumnya, bahan pustaka yang dimikrofilmkan ini adalah surat kabar, arsip dan buku-buku langka seperti yang, ada di LIPI Jakarta, naskah-naskah di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan names Lontara disamping naskah kuno dari Kraton Mangkunegara, Kesultanan Yogyakarta, Pakualaman dengan bekerja sama dengan lembaga asing, misalnya Australia, Belanda dan Amerika Serikat dalam hal ini Rocks Feller Foundation serta Inggris (British Council).
  • Fumigasi
Fumigasi juga banyak dilakukan pustakawan yang bertujuan untuk membunuh serangga terutama telur dan larvanya serta bisa mematikan jamur. Pefumigasian ini dilakukan dengan menggunakan bahan kimiawi seperti misalnya karbon tetra klorida, methyl biomida, thymol kristal, karbon disulfit dan Formida demida. Fumigasi ini bisa dilakukan dengan tiga cara yaitu: Dilakukan diruangan penyimpan buku, Membawa buku ke ruang fumigasi sedangkan ruang penyimpanan disemprot dengan bahan kimia pembunuh serangga dan kemudian dibersihkan, Dilakukan dalam almari terutama kalau jumlah buku sedikit. Bahan pustaka yang sudah terlanjur rusak juga perlu diperbaiki dengan tekun,teliti dan sabar. Misalnya buku yang telah rusak sampulnya harus segera diperbaiki, bahan yang Mungkin juga kita harus menambah atau menambal kertas kalau ada bagian buku yang hilang, sobek atau berlubang. Untuk menambal buku yang berlubang dapat dipergunakan pulp. Pulp ini cukup mudah dibuat, yaitu dari kertas bekas disobek kecil-kecil kemudian dilumatkan dengan lem cair. Kertas yang berlubang diletakkan diatas kaca yang telah dibasahi dengan air suling. Bagian yang berlubang kemudian ditambal dengan pulp, kemudian tekan tambalan tersebut dengan menggunakan kertas pengisap dan dipress. (RN)










Komentar Via Website : 2
ucxugukub
04 Maret 2019 - 21:02:04 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Buy Amoxicillin Online[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin</a> okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
obayabut
04 Maret 2019 - 21:17:48 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n No Prescription[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Buy Amoxicillin Online</a> okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)