PENGUMUMAN

ARTIKEL PERPUSTAKAAN

Oleh : FATHUR RAHMAN PUTRA (Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani)

PENGOLAHAN BAHAN PUSTAKA

Redaksi | Senin, 16 Mei 2016 - 10:58:39 WIB | dibaca: 3815 pembaca

Fungsi utama setiap perpustakaan atau pusat informasi adalah mengadakan, mengolah, menyediakan dan menyebarkan informasi kepada para pemakai. Untuk melaksanakan fungsi tersebut maka perpustakaan harus mengolah dan mengatur koleksinya sedemikianrupa sehingga informasi yang terdapat dalam koleksinya dapat disimpan dan ditemukan kembali secara mudah, cepat dan tepat jika diperlukan. Dengan kata lain, di dalam perpustakaan diperlukan suatu sistem temu kembali informasi (information retrival). Salah satu kegiatan yang dilakukan dalam sistem informasi adalah kegiatan pengolahan bahan perpustakaan.

Pengolahan atau processing bahan perpustakaan merupakan serangkaian pekerjaan yang dilakukan sejak bahan perpustakaan diterima dari bagian pengadaan untuk diolah (melalui katalogisasi, klasifikasi, penentuan tajuk subyek, dan kelengkapan fisik) untuk kemudian diserahkan ke bagian layanan untuk penempatan di rak hingga akhirnya siap di pergunakan oleh pemustaka.


Standar Klasifikasi dan tajuk Subyek yang diterapkan di Perpustakaan Nasional, adalah sebagai berikut :

  1. DDC 23.
  2. Klasifikasi Bahasa dan Kesusastraan Indonesia.
  3. Klasifikasi wilayah Indonesia.
  4. Daftar Tajuk Subjek Perpustakaan Nasional.
  5. Daftar tajuk subjek dan klasifikasi agama islam.


Pengertian klasifikasi dalam penerapan di perpustakaan, menurut Sulistyo Basuki (1991), Klasifikasi adalah penyusunan sistematis terhadap buku dan bahan perpustakaan lain, atau katalog, atau entri indeks berdasarkan subyek, dalam cara yang berguna bagi mereka yang membaca atau mencari informasi.


Pada dasarnya di perpustakaan dikenal 2 (dua) jenis kegiatan klasifikasi, yaitu :

  1. Klasifikasi Fundamental.
  2. Klasifikasi Artifisial.


Dalam sistem pengaturan bahan perpustakaan pad arak, kegiatan klasifikasi bertujuan untuk :

  1. Menentukan lokasi bahan perpustakaan di dalam jajaran koleksi perpustakaan sehingga memudahkan temu kembali informasi.
  2. Mengumpulkan semua bahan perpustakaan yang memiliki subjek yang sama dalam satu jajaran koleksi.
  3. Memudahkan penempatan buku serta untuk kepentingan penyiangan.


Adapun manfaat kegiatan klasifikasi adalah sebagai berikut :

  1. Mengetahui bahan perpustakaan yang dimiliki perpustakaan,
  2. Mengetahui keseimbangan koleksi,
  3. Mengetahui cakupan ilmu pengetahuan,
  4. Penentuan berfikir sistematis,dan
  5. Membantu menyusun bibliografi.


Secara umum kegiatan klasifikasi bahan perpustakaan dapat menerapkan prinsip-prinsip sebagai berikut :

  1. Kekhususan,
  2. Kesatuan,
  3. Kesamaan,
  4. Konsistensi,dan
  5. Orientasi pada pemustaka.


Klasifikasi Dewey Decimal Classification atau biasa disebut Sistem Klasifikasi DDC. Sistem tersebut dikembangkan pertama kali oleh Melvil Dewey pada tahun 1873, berlatar belakang dari pemikiran bagaimana untuk membuat sebuah sistem penggolongan koleksi di perpustakaan yang mudah dimengerti dan diterima secara universal di perpustakaan-perpustakaan lainnya. Kemudian beliau menciptakan sistem penggolongan koleksi berdasarkan pembagian angka desimal dimana dari setiap angka tersebut mewakili subjek/tema pengetahuan tertentu.

Sistem Klasifikasi DDC edisi pertama terbit pada tahun 1876 dan pertama kali digunakan di perpustakaan Amheret College di Amerika Serikat.


Unsur-unsur pokok Sistem Klasifikasi DDC meliputi  :

  1. Sistematika,
  2. Notasi,
  3. Indeks Relatif,dan
  4. Tabel Pembantu.


Ada langkah-langkah dalam menentukan notasi klasifikasi secara mudah, cepat, dan benar sebagai berikut :

  1. Memahami pola pembagian subjek sesuai dengan bagan notasi, membagi ilmu pengetahuan dari subyek yang umum ke subyek yang lebih spesifik.
  2. Tema atau subjek suatu buku dapat diketahui dengan cara sebagai berikut :
    1. Dari judul buku.
    2. Dari ringkasan atau resume buku.
    3. Dari daftar isi atau kata pengantar atau pendahuluan buku.
    4. Membaca sebagian atau keseluruhan isi.
    5. Menggunakan sumber lain : bibliografi, ensiklopedia, tinjauan buku, dsb.
    6. Menayangkan kepada pakar dalam subjek yang bersangkutan.
  3. Apabila dalam suatu buku terdapat dua subyek atau lebih, dapat diklasifikasi pada subyek utama yang dibahas.
  4. Apabila tidak ada subyek utama yang dibahas, dapat ditentukan pada subjek yang paling bermanfaat bagi pengguna atau subyek yang disebutkan lebih dulu.
  5. Mengklasifikasi pada subyeknya lebih dahulu baru kemudian menurut bentuk penyajiannya.


Cara Menentukan Notasi Klasifikasi sebagai berikut :

  1. Tentukan “subjek” suatu bahan perpustakaan dengan menetapkan fenomena.
  2. Telusuri subjek tersebut melalui indeks relative.
  3. Setelah mendapatkan notasi, cocokan notasi tersebut dalam bagan untuk memperoleh yang lebih spesifik.
  4. Apabila dalam bahan pustaka tersebut terdapat aspek lain, maka tambahkan tabel-tabel dalam DDC dengan menelusur melalui indeks.
  5. Setelah nomor diperoleh dari indeks, cocokan nomor tersebut ke dalam tabel-tabel pembantu yang di maksud.
  6. Kemudian gabungkan nomor subyek dengan nomor yang diperoleh dari tabel pembantu.


Analisis Subjek terdiri dari tiga kategori diantaranya :

  1. Praanalisis, Sebagai langkah awal perlu dilakukan pra-analisis bahan perpustakaan melalui langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Melalui judul: melalui judul suatu bahan perpustakaan sudah dapat ditentukan subjeknya, misalnya buku ilmiah;
    2. Melalui daftar isi: dengan melihat daftar isi ada kalanya suatu bahan perpustakaan/dokumen sudah dapat diketahui subjeknya;
    3. Melalui kata pengantar atau pendahuluan bahan perpustakaan tersebut;
    4. Membaca sebagai atau keseluruhan isi buku jika langkah-langkah di atas belum dapat membantu penentuan subjek bahan perpustakaan;
    5. Melalui daftar bahan perpustakaan atau bibliografi yang digunakan oleh pengarang dalam penyusunan bahan perpustakaan;
    6. Menggunakan sumber lain seperti bibliografi, ensiklopedia, dan tinjauan buku;
    7. Menanyakan kepada ahlinya jika semua langkah di atas sudah dilakukan tapi belum dapat diketahui subjek bahan perpustakaan tersebut.
  2. Konsep Dokumen, Untuk melakukan analisis subjek, pertama-tama perlu dikenali konsep subjek yang terdiri atas tiga aspek sebagai berikut :
    1. Disiplin Ilmu
    2. Fenomena
    3. Bentuk
  3. Jenis Subjek, Dalam kegiatan analisis subjek, dokumen terdapat dalam bermacam-macam jenis subjek, yang secara umum dapat dibagi atas empat kelompok :
    1. Subjek dasar, adalah subjek yang hanya terdiri atas satu disiplin ilmu atau subdisiplin ilmu, misalnya Pengantar Ekonomi yang menjadi subjek dasarnya Ekonomi dan Bunga Rampai Antropologi subjek dasarnya Antropologi.
    2. Subjek sederhana, adalah subjek yang hanya terdiri atas satu faset yang berasal dari satu subjek dasar. Fase ialah sub kelompok kelas yang terjadi disebabkan oleh satu ciri pembagian, dan setiap bidang ilmu mempunyai faset yang khas, sedangkan fokus ialah anggota dari satu faset.
    3. Subjek majemuk, adalah subjek yang terdiri atas subjek dasar disertai fokus dari dua atau lebih faset.
    4. Subjek kompleks, Menentukan subjek yang diutamakan dalam subjek kompleks terdapat empat fase sebagai berikut:
      1. Fase bias, adalah suatu subjek yang disajikan untuk kelompok tertentu, dan subjek yang diutamakan ialah subjek yang disajikan.
      2. Fase pengaruh, adalah jika dua atau lebih subjek dasar saling mempengaruhi, subjek yang diutamakan ialah subjek yang dipengaruhi.
      3. Fase alat, adalah subjek yang digunakan sebagai alat untuk menjelaskan atau membahas subjek lain, dan subjek yang diutamakan ialah subjek yang dibahas atau dijelaskan.
      4. Fase perbandingan, adalah dalam satu dokumen/bahan perpustakaan terdapat berbagai subjek tanpa adanya hubungan antara satu dengan yang lain.










Komentar Via Website : 2
izauzoqoduqi
07 Mei 2019 - 08:08:56 WIB
[url=okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/]Amoxicillin[/url] <a href="okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/">Buy Amoxicillin Online</a> prv.nthn.basipda.bekasikab.go.id.xwv.op okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/
aorazzokuleaa
07 Mei 2019 - 08:48:25 WIB
[url=okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/]Amoxicillin[/url] <a href="okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/">Buy Amoxicillin Online</a> wcl.ogmc.basipda.bekasikab.go.id.dli.oo okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)