PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Oleh : MUHAMAD RIZKI RABBANI, S. Kom

POLA PENGEMBANGAN MINAT MEMBACA

Redaksi | Selasa, 24 Januari 2017 - 09:06:24 WIB | dibaca: 1059 pembaca

Mengembangkan minat dan kebiasaan membaca cakupannya amat luas, karena menyangkut masalah-masalah mulai dari keluarga sampai ke masyarakat. Di samping itu peran nyata pemerintah mulai dari tingkat pemerintah pusat hingga pemerintah tingkat terendah di daerah sangat besar. Masing-masing tingkat pemerintahan berperan sesuai tugas dan fungsinya serta kewenangannya masing-masing. Pemerintah (Pusat) misalnya harus menentukan kebijakan dan strategi termasuk penyediaan anggaran yang mencukupi, sedangkan Pemerintah Provinsi menetapkan kebijakan dan strategi sesuai dengan kewenangannya termasuk penyediaan anggaran operasionalnya. Pemerintah Kabupaten/Kota menetapkan kebijakan dan strategi serta penyediaan anggaran operasional yang mencukupi guna melancarkan program pengembangan minat baca ini. Demikian seterusnya dari tingkat Kecamatan, Desa/Kelurahan, Rukun Warga, Rukun Tetangga hingga terakhir pada Keluarga.
Meningkatkan minat baca mau tak mau kini sudah sangat diperlukan. Keadaan dunia yang semakin mengglobal secara tidak langsung telah memaksa kita untuk mempertajam pengamatan kita terhadap informasi-informasi yang beredar. Selain itu, keadaan ini juga telah menuntut kita untuk memperbaiki kualitas diri. Salah satu kunci untuk mencapai beberapa poin tersebut adalah dengan membaca. Kurangnya minat baca yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia seharusnya mendorong pihak-pihak yang terkait untuk sesegera mungkin memfasilitasi dan menganalisis apa saja yang menjadi penyebab hal tersebut.
Dalam hal ini, tentu sangat diperlukan kerjasama antara penulis, penerbit, dan pemerintah dalam pengadaan sumber bacaan. Pertama, penulis diperlukan karena merekalah para pengarang dan pencari sumber informasi yang mempu menuangkan ide-ide dan pengetahuan briliannya untuk disebarluaskan kepada masyarakat. Kedua, penerbit diperlukan untuk memfasilitasi para penulis dalam mempublikasikan karya-karya mereka.  Karena, amatlah sulit bila seorang penulis harus mencetak dan menerbitkan karyanya sendiri kecuali dengan dana yang sangat besar. Ketiga, peran pemerintah sangat diperlukan untuk memberikan subsidi buku, terutama buku-buku pelajaran yang sangat dibutuhkan oleh generasi muda bangsa.
Dalam pengembangan minat dan kebiasaan membaca seyogyanya dimulai dari lingkungan keluarga. Karena itu dalam lingkungan keluarga seyogyanya ada perpustakaan keluarga atau taman bacaan keluarga ataupun ruang baca keluarga atau setidaknya ada koleksi buku yang senantiasa dapat dibaca anggota keluarga. Berikut langkah-langkah dalam pengembangan minat baca :
  1. Jalur Keluarga: Menyelenggarakan perpustakaan keluarga. Koleksi buku, Majalah, Surat Kabar, sesuai dengan bidang/kebutuhan Bapak, Ibu dan anak-anak, Usahakan berlangganan majalah dan surat kabar untuk Bapak, Ibu dan anak-anak, Pengenalan membaca sejak usia dini, Bapak dan Ibu setiap hari menjad contoh membaca bagi anak-anak berupa buku-buku atau majalah ataupun bacaan ringan untuk anak-anak, Orang tua seyogyanya meluangkan waktu untuk membacakan buku, atau bercerita atau membimbing menggambar, Biasakan untuk menanyakan kepada anak-anak waktu pulang sekolah, tentang pelajaran apa yang diberikan oleh guru, bahan bacaan apa yang dibaca di perpustakaan sekolah, pelajaran apa yang sulit dan pelajaran apa yang menarik.
  2. Jalur Masyarakat : Masyarakat lingkungan RT/RW, atau kelompok hunian, Desa/Kelurahan, dan Kecamatan menyelenggarakan perpustakaan atau taman bacaan di lingkungan masing-masinng, seperti ruangan yang digunakan dapat berupa gardu (pos jaga), sudut mesjid, sudut kantor kelurahan atau atas kemurahan hati dermawan untuk menggunakan sudut-sudut ruangan dalam rumahnya. Lebih baik lagi apabila melalui  gotong-royong mendirikan taman bacaan. Kemudian koleksi bahan bacaan yang terdiri dari buku-buku, majalah dan surat kabar seyogyanya terdiri dari koleksi untuk semua tingkatan dan lapisan masyarakat yang berdiam di sekitar tempat tersebut. Kerjasama dengan perpustakaan keliling akan sangat membantu perbanyakan koleksi, Ketua RT/RW, Lurah/Kepala Desa, Camat setempat membuat program kunjungan perpustakaan bagi warganya misalnya dengan mengadakan kegiatan-kegiatan yang ada kaitannya dengan pembinaan minat dan kebiasaan membaca seperti ceramah tentang pentingnya keberadaan perpustakaan dan pentngnya membaca yang dikoordinir oleh petugas kecamatan dan petugas Kelurahan, Ketua RT/RW ketua PKK/Dharma Wanita, Kecamatan/Kelurahan. Oleh karena itu Camat, Lurah, Ketua RT/RW, Ketua PKK tersebut seyogyanya menjadi contoh seorang pembaca aktif.
  3. Jalur Pendidikan : Sekolah dalam semua jenis dan jenjang seyogyanya menyelenggarakan perpustakaan secara professional. Penyelenggaraan perpustakaan secara profesional membutuhkan persyaratan, seperti mempunyai gedung atau ruangan dan perabotan yang memadai, koleksi buku yang terus-menerus berkembang, dan tenaga pengelola perpustakaan yang berpendidikan ilmu perpustakaan (D2, D3, S1, S2), Kepala Sekolah secara aktif menjadi pendukung utama terselenggaranya perpustakaan dengan cara mewajibkan guru membimbing siswa untuk membaca di perpustakaan, mewajibkan siswa untuk membaca di perpustakaan setiap hari minimal 15 menit, dan mempunyai program pengembangan perpustakaan dan minat baca, Guru semua bidang studi bekerjasama dengan Kepala Perpustakaan Sekolah untuk pelaksanaan proses pembelajaran dan pembinaan minat baca dengan cara memberikan masukan pada perpustakaan tentang buku-buku penunjang kurikulum yang diperlukan, menjadi contoh untuk membaca di perpustakaan, memberikan tugas siswa untuk menyelesaikan pelajaran di perpustakaan atau di rumah dengan rujukan buku perpustakaan, dan secara tetap pada waktu tertentu mengadakan kunjungan perpustakaan setiap kelas, Perpustakaan mempunyai kegiatan dalam pengembangan termasuk koleksi, layanan, tenaga dan program pembinaan minat baca siswa dan guru-guru dengan kegiatan lomba dengan guru semua bidang studi, mengadakan kerjasama antar perpustakaan, bimbingan dan pengenalan tentang perpustakaan, memanfaatkan buku-buku baru yang dibeli perpustakaan, mengadakan bimbingan membaca termasuk membaca cepat.