PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Nia

Puisi : MENJALA KATA DI MUARA

Redaksi | Senin, 13 November 2017 - 14:46:09 WIB | dibaca: 327 pembaca

Gelap menyambut
Dingin menjemput
Aku masih terjaga bersama robusta yang semakin gigil pada cangkirnya
Di dada gulita, kesunyian muara kian enggan ku tinggalkan...

Segenap cerita menghiasi hari-hari
Detik-detik yang masih terus saja berlari
Keheningan selalu saja menjadi sebuah kerinduan
Kesucian menjadi bahasa langit yang di hantarkan

"Kita hanyalah artefak dari peradaban
Melompat dari satu galaksi ke galaksi lain
Kita hanyalah arca pada candi-candi yang sombong yang di bangun dari darah berjuta jiwa dalam penjara angkaran yang dibangun dari darah berjuta jiwa dalam penjara angkara

Seperti perahu yang ku pandang saat ini
Yang entah sudah berapa tahun ia berlayar ke tengah samudera
Yang wajahnya telah tampak letih dan ringkik di tampar ombak dan badai semesta
Yang kini bersandar tak berdaya dimuara
Tersorot remang pelita yang memilukan mata...










Komentar Via Website : 1
Obat tradisional untuk paru-paru bocor
25 November 2017 - 07:28:34 WIB
selamat pagi okok://www.herbalparu.com/cara-menyembuhkan-paru-paru-boco r-dengan-cepat-dan-mudah/ Terimakasih
AwalKembali 1 LanjutAkhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)