PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Nia

Puisi : Pengembala Hati Meraba Kegersangan Diri

Redaksi | Kamis, 30 November 2017 - 11:26:10 WIB | dibaca: 309 pembaca

Dengar gemericik air di balik rumpun sunyi pasca adzan berkumandan di setiap sudut negeri

Kemegahan fajar tergores indah di ufuk timur hasil dari  

percumbuan embun di gerbang subuh nan sepi

Rembulan berpamitan memberi siklus perputaran  

pada matahari untuk mengemban titah Sang Illahi

Namun tak banyak yang menjadi saksi karna keterlenaan diri di mabuk mimpi
Sungguh betapa lembut setan bermain dalam pikiran dan perasaan ini untuk patuh mengikuti perintah-Nya yang suci...

"Perkataan bukanlah tumbal dari sebuah kesabaran, Namun lebih kepada sikap atas sebuah keputusan"










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)