PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Maulana Munazat, ST

Resensi : Asean Di Persimpangan Sejarah; Politik Global, Demokrasi, & Integrasi

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 14:09:41 WIB | dibaca: 1265 pembaca

Dekade ini adalah masa yang istimewah bagi ASEAN. Pada periode ini Negara-negara anggota ASEAN menyepakati untuk melompati lebih jauh dalam upaya mempererat integrasi kawasan melalui pewujudan masyarakat ASEAN 2015 (ASEAN Community 2015). Tidak hanya itu, dinamika internal tersebut juga dilingkupi beragam perubahan besar di tingkat global maupun regional, seperti kebangkitan tiongkok sebagai kekuatan ekonomi dan politik dunia, upaya Amerika Serikat untuk menghadirkan kembali dirinya di kawasan Asia Timur, termasuk Asia Tenggara, yang sangat tragis.

Dalam mencegah terjadinya konflik serta demi menciptakan perdamaian sejumlah negara di Asia Tenggara membentuk organisasi yang bernama ASEAN (Association of Southeast Asian Nations) Yang dideklarasikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok. Berdirinya ASEAN juga merupakan salah satu cara untuk melupakan fase sejarah dari perang dingin yang dilakukan oleh dua negara besar sehingga beberapa negara yang memiliki kedekatan ideologis dengan komunisme akan segera melakukan kerjasama dan solidaritas dengan negara lainnya yang cenderung anti-komunis. Organisasi yang beranggotakan sepuluh negara, awalnya hanya beranggotakan lima negara yakni Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, dan Filipina, lima negara yang membentuk oeganisasi itu sendiri. Lalu disusul oleh lima negara lainnya yakni Brunei (1984), Vietnam (1995), Myanmar dan Laos (1997) serta Kamboja (1999).

Asia tenggara, panggung terbuka yang makin strategis. ASEAN adalah ekonomi yang besar dengan sekitar 630 juta penduduk, jika pendapatan domestik bruto negara-negara ASEAN digabungkan, ia akan menjadi ekonomi terbesar ketujuh di dunia (US$2,4 triliun), dengan potensi besar untuk menjadi yang keempat terbesar di dunia pada tahun 2050 nanti.

Pada tahun 1990-an, ketika Tiongkok bekerjasama serta menempatkan ASEAN sebagai institusi yang paling relevan dan penting dalam penataan arsitektur politik dan ekonomi kawasan, sejak itulah perkembangan pendapat per kapita Asia Tenggara melesat jauh melampaui yang lain setelah mengalami kemerosotan dimana Asia Tenggara masih tertinggal di bawah kawasan lain. Bahkan Asia Tenggara akan melesat lebih jauh dan menjadi kawasan yang memiliki perekonomian terbesar dari yang lainnya mengingat kerjasama dengan Tiongkok yang diramalkan oleh para ahli bahwa akan menggantikan Amerika Serikat sebagai ekonomi terbesar di dunia dan ditopang oleh posisi geografis yang strategis bagi percaturan politik dan ekonomi internasional serta akan diselenggarakannya kerjasama dalam bidang ekonomi antar negara kawasan Asia Tenggara yang dikenal dengan sebutan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang juga diyakini dapat memperkuat integrasi kawasan.

Masuknya agenda demokratisasi di dalam ASEAN tak lepas dari peranan Indonesia. Banyak pengamat bahkan berani menyebutkan bahwa agenda demokratisasi ini adalah ‘inisiatif Indonesia.’ Tentu saja, hal ini tidak lahir dari ruang hampa. Pada awal tahun 2000-an, Indonesia baru saja melampaui masa-masa awal transisi demokrasi setelah krisis Asia 1997/1998 menghadirkan jatuhnya suharto dari panggung kekuasaan. Setelah dalam beberapa tahun sejenak lebih banyak berfokus pada proses reformasi di dalam negeri dan meninggalkan peran kepemimpinannya di ASEAN, Indonesia kembali memiliki keinginan untuk memainkan peran sebagai kekuatan regional melalui asosiasi tersebut.

Dalam mengahadapi pasar bebas ASEAN, Indonesia mengalami kekhawatiran untuk menghadapinya, masyarakat merasa tidak banyak yang paham tentang Masyarakat Ekonomi ASEAN, terutama usaha kecil dan menengah akan banyak yang terpukul. Tidak hanya Indonesia yang mengalami kekhawatiran, negara lain seperti Thailand masih merasa masyarakatnya belum siap. Bahkan sebagian meminta pemerintah melihat kembali kesepakatan dalam MEA dan secara cerdas membuat hambatan-hambatan namun tidak melanggar kesepakatan di dalam MEA demi mempersiapkan masyarakatnya.


Beberapa langkah yang dapat diambil oleh pemerintah Indonesia berkaitan ASEAN, yaitu pertama, dengan mempertahankan serta membangun ASEAN yang lebih kuat, namun dengan penguatan yang lebih realistis tanpa keinginan dan target-target yang muluk dan terlihat hebat sehingga membuat negara anggotanya kesulitan untuk mengikutinya sampai pada titik mengorbankan kepentingan nasional. Kedua membangun kepemimpinan Indonesia di ASEAN, dari parsial ke universal dan terukur, terutama dalam bidang ekonomi yang memberi dampak yang jelas pada kehidupan rakyat Indonesia. Ketiga, menyelaraskan kepentingan nasional dengan agenda yang diusung melalui ASEAN, diwujudkan dengan koordinasi yang baik di antara lembaga-lembaga pemerintahan, dan presiden menjadi kunci penting dalam konteks ini.











Komentar Via Website : 19
cara menyembuhkan mata merah pada anak
21 Agustus 2018 - 08:02:01 WIB
terimakasih informasinya gan
pantangan makanan penderita kanker payudara
28 Agustus 2018 - 14:51:44 WIB
terimakasih informasinya gan sukses terus
bagaimana cara menyembuhkan mata pterigium
29 Agustus 2018 - 10:32:08 WIB
terimakasih informasinya gan sukses terus
macam-macam komedo dan cara menghilangkanya
03 September 2018 - 11:42:08 WIB
mantap infonya gan
cara menghilangkan panu dengan bahan-bahan alami
04 September 2018 - 14:23:34 WIB
mantap infonya gan
penyebab keputihan dan cara mengatasinya
19 September 2018 - 11:33:44 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
cara mengobati telinga bernanah dengan bawang putih
22 September 2018 - 09:53:33 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
bahaya kutil kelamin pada wanita dan cara menyembuhkanya
25 September 2018 - 14:09:28 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
apa penyebab mata anak sering berkedip
27 September 2018 - 14:21:35 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
cara mengobati batu empedu
01 Oktober 2018 - 15:37:59 WIB
terimakasih infonya sangat bermanfaat
AwalKembali 12 Lanjut Akhir


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)