PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Diah Intan Sari, ST

Resensi : Dua Keping Cinta

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 13:22:29 WIB | dibaca: 918 pembaca

Novel yang berasal dari buah pikiraan sang penulis, Madun Anwar, merupakan bacaan yang ringan untuk para pecinta novel. Novel ini memiliki jalan cerita yang mudah dipahami oleh para pembaca baik yang berusia dewasa maupun remaja sekalipun. Selain jalan ceritanya yang mudah dipahami, kalimat-kalimat yang digunakan oleh penulis pun tidak banyak mengandung kata-kata kiasan, membuat novel ini digolongkan menjadi novel yang cocok dibaca oleh pembaca usia remaja sampai dewasa.

Novel ini menceritakan tentang 2 anak remaja, yang tengah duduk di bangku SMA, Lestari dan Raihan. Sebelumnya, tidak ada yang menyangka bahwa kedua anak tersebut akan menjadi saudara. Diawali dengan pertemuannya di perpustakaan sekolah, saat itu Lestari memberanikan diri untuk meminjam pulpen pada anak laki-laki yang belum ia kenal sebelumnya itu. Namun, kejadian demi kejadian pun berlangsung, kejadian yang secara tidak sengaja selalu mempertemukan Lestari dengan anak laki itu. Namanya Raihan. Dila, sahabat dekat Lestari, yang memberitahu namanya karna kebetulan Raihan adalah tetangga dari tantenya. Semenjak ayahnya meninggal, Lestari hanya tinggal berdua dengan ibunya. Sama halnya denga Raihan, ia tinggal berdua dengan ibunya,  namun bukan karna ayahnya sudah meninggal dunia, melainkan karna ayah dan ibunya sudah berpisah dan Raihan lebih memilih tinggal bersama ibunya.

Waktu pun terus berlalu, tanpa disadari karena pertemuan-pertemuan yang tidak disengaja dan berkat aksi Dila dan Dito (sahabat Raihan) yang mendadak jadi mak comblang, rasa cinta pun akhirnya tumbuh antara Lestari dan Raihan. Namun, pada saat keduanya memutuskan untuk menjalin hubungan, Raihan dan Lestari harus menerima kenyataan bahwa hal tersebut tidak akan mungkin terjadi karna tidak lama lagi mereka akan menjadi saudara tiri. Ibu Lestari yang ternyata merupakan cinta pertama ayah Raihan, memutuskan untuk kembali menjalin hubungan dan akan segera dilanjutkan dengan pernikahan. Melihat kenyataan tersebut, Lestari dan Raihan awalnya tidak bisa menerima, namun pada akhirnya mereka sadar bahwa kebahagiaan kedua orang tuanya lebih penting di atas segala-segalanya. Akhirnya satu cinta pun mengalah demi cinta yang lain.

Selain kelebihan dari sisi alur dan penggunaan kata-kata yang mudah dipahami, sedikit kekurangan yang dimiliki novel ini adalah ada beberapa penggunaan kalimat yang kurang efektif dalam novel ini.  










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)