PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Reyhan Azinudin Arkhan

Resensi : Fina dan Arga

Redaksi | Selasa, 12 Desember 2017 - 11:21:21 WIB | dibaca: 264 pembaca

Kriiiiing. ..

Kriiiiiing…

Tersadar aku dari tidur nyenyak ku di meja kelas, dengan buku berserakan diatasnya sudah pasti itu mejaku, teman-temanku sudah tidak heran lagi dengan kebiasaanku tertidur di kelas, apalagi ditambah jam kosong di jam terkahir. Namun kali ini mereka pasti mengerjaiku dengan tidak membangunkanku, suasana di lorong kelas-kelas sudah semakin sepi dengan suara sepatuku saat menyusurinya. Gia dan Novi, teman sebelah kelasku yang biasa pulang denganku juga meninggalkanku tanpa menunggu atau mencariku, "tidak apa-apalah" seru batinku. Untung saja Pak Heri belum mengunci pintu kelas, penjaga sekolah yang setiap sore bertugas keliling mengecek ruangan dan menguncinya.

Sambil berjalan aku mengingat-ingat tadi saat aku terbangun, sempat aku kira suara itu dari alarm di handphone-ku.. Ah, ternyata suara bel pulang sekolah

Terkikik sendiri aku mengetahuinya, lalu segera ku melirik jam tangan

Astagaaa *mimik muka terkejut* jam menunjukkan pukul 15.30, sambil menepuk jidat baru kuingat janji dengan anak-anakku, yang aku asuh bersama teman-teman komunitasku di pinggiran kota bengawan.

Segera aku memasukkan buku-buku kedalam tas dan berlari menuruni anak tangga..

*Bruuuuk.. Aku terjatuh dengan mimik kesakitan mata melirik ke atas, melihat seseorang berdiri di hadapanku dengan penuh rasa bersalah dia segera membantuku dan meminta maaf karena dia sibuk menata laporan kegiatan OSIS,maklumlah dia menjabat sebagai Sekretaris

Oh ternyata kamu, Arga..

Aku lalu mempercepat langkah kakiku dengan pincang sebelah, setelah Arga meminta maaf, dia terlihat tidak baik ketika menatapku berlalu dan meninggalkannya di sudut ruang piala sambil memanggil namaku "Fina, fiiin, tunggu aku belum selesai bicara, kenapa kamu terburu-buru?"

Tak ku perdulikan panggilannya, hingga gerbang sekolah dia masih mengejarku namun dia berhenti dengan terus melihat langkahku menuju kemana, lalu Arga kembali masuk

.

. Setibanya di taman dekat sungai bengawan ku temui anak-anak yang telah lama menungguku dan kuhela nafas panjang untuk rehat sejenak karena rasa sakit di kaki akibat jatuh tadi

*anak-anak berkerumun* Mendatangiku dengan penuh rasa cemas dan khawatir tentang keadaanku, aku bilang ke mereka "Kakak baik-baik saja, ini hanya luka kecil nanti juga cepat membaik sendiri", "aku gak suka liat kakak seperti ini, lain kali hati-hati ya kak" saut salah satu anak yang begitu dekat denganku, Almira namanya, dia kelas 4 SD. Dia begitu menyayangiku.

Sambil bercengkerama dengan anak-anak, aku belum melihat tanda kehadiran teman-teman komunitasku yang lain, yaa mau bagaimana lagi tidak semuanya masih sekolah sepertiku banyak yang sudah bekerja dan ada yang baru mulai di jenjang perguruan tinggi, aku yang selalu mengalah memberikan waktu untuk sekedar mendengar keluh kesah mereka hasil belajar di sekolah.. Bercanda dan bernyanyi bersama mereka itu sudah menghilangkan rasa sakit di kaki ku.

Aku bergabung di komunitas "Lentera Anak-anak" baru satu tahun dan anggota yang dimiliki ada 150 orang. Mereka menyebar ke sudut-sudut kota yang kurang diperhatikan pemerintah dan lembaga perlindungan anak-anak. Ada juga yang berada di perbatasan kota. Sedangkan saat ini anggota di timku hanya ada 15 orang.

.

. Aku melihat anak-anak tertawa begitu damai di hati dan jika mereka sedih maka aku pun sama merasakannya. Saat kami sedang asik dalam lamunan lagu yang syahdu, terdengar suara dari kejauhan dan mendekati kerumunan kami "Halo Adek-adek" sapa kak Robby "Asslamu'alaikum Adek-adek" ucapan salam dari kak Ara.  Kak Robby dan Kak Ara lalu ikut bernyanyi ,serta membagikan coklat ke anak-anak.

Setelah selesai, anak-anak kembali ke rumah masing-masing. Aku, Kak Robby, dan Kak Ara masih saja asik ngobrol tentang perkembangan mereka dan membuat agenda kegiatan yang akan dilakukan ke depan seperti apa,  dan membahas lain-lain tentang kegiatan mereka diluar mengasuh anak-anak.

*Tiba-tiba HP-ku berdering dengan lagu Disney mengiringinya 'I see the light' dan saat aku buka, Arga menelfonku (aku tertegun seketika). Dia jarang-jarang melakukan hal ini, dalam batin penuh tanya,  ada apa dia menghubungiku, tapi aku biarkan saja hingga suara teldon itu berhenti sambil mataku meliriknya antara mau menjawab atau tidak. Setelah berhenti aku hanya menatap layar handphone ku berharap dia menelfonku lagi, namun tidak, dia mengirimkan pesan singkat (sms)  yang mengatakan "Fin, keadaan kaki kamu gimana udah baikan?  Kayaknya tadi aku liat kamu kesulitan jalan, maaf ya aku teledor banget gak liat jalan sampai nabrak kamu sampai jatuh". Sebenarnya aku tidak terlalu perduli dengan apa yang terjadi padaku tadi sore, aku juga typikal cewek yang cuek sama hal-hal yang menurutku tidak penting.  Namun melihat reaksi dari Arga yang memperhatikanku, aku memutuskan untuk membalas pesannya satu jam dari smsnya.

 .. Aku bilang "Kakiku hanya terkilir biasa nanti   juga sembuh sendiri, kamu tidak perlu memberikan perhatian seperti itu Arga, lagipula aku sudah memaafkanmu", lalu 10 menit kemudian Arga membalas lagi "Apa sudah tidak ada rasa sakit lagi fin? Aku khawatir saja melihatmu tadi berjalan pincang mencari angkutan. Anyway, terimakasih fin sudah memaafkanku sebagai gantinya mulai besok aku akan antar jemput kamu sampai kaki kamu benar-benar sembuh, aku cuma ingin tanggung jawab fin, aku harap kamu menerima tawaranku. Selamat malam Fina, lekas sembuh."










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)