PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Diki Firmansyah, A.Ma.Pust

Resensi : Misteri Basmalah

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 13:31:28 WIB | dibaca: 235 pembaca

 

Judul                           : Misteri Basmalah

Penulis                        : Samsurrohman Al-Kalanji

Penerbit                       : Amzah, 2014 

Buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan usia, dalam buku ini mengungkapkan keistimewaan Basmalah dengan Al-Qur’an. Salah satunya dalah tentang angka dan pembagiannya.

Sebelum masa kenabian orang-orang kafir Quraisy selalu menulis pada permulaan surat-surat mereka dengan kalimat Biismika Allahumma. Kebiasaan itu bermula dari perilaku Ummayyah bin Abi Ash-Shalti, ia selalu memulai tulisan suratnya dengan menggunakan kalimat tersebut, hingga akhirnya kebiasaannya dijadikan sebagai kebiasaan dan ditiru oleh orang-orang Quraisy ketika itu, dan nabi pun sebagai seorang keturunan Quraisy tidak ketinggalan ikut membiasakannya. Arti Basmalah atau dalam ucapannya Bismillahirrahmanirrahim adalah dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Memulai aktivitas dengan Basmalah merupakan nikmat yang sangat besar, barakah yang banyak, serta mengikuti metode kitab-kitab yang diturunkan dari Allah.

     Nama Ar—Rahman dan Ar-Rahim merupakan sifat Allah yang bersifat superlatif, penyifatan itu bukan saja menunjukan bahwa kedua nama tersebut baik dibandingkan dengan yang lainnya, yang disandang-Nya atau yang baik hanya untuk selain-Nya saja, tetapi tidak baik untuk-Nya. Yang perlu kita ketahui bahwa sifat kasih dan sayang adalah baik. Ia dapat disandang oleh makhluk / manusia, tetapi karena kata Ar-Rahman dan Ar-Rahim merupakan nama Al-Husna (nama yang terbaik) hanya milik Allah,maka pastilah sifat kasih-Nya melebihi sifat kasih makhluk, baik dalam kapasitas kasihdan saying maupun substansinya. Kedua nama tersebut adalah nama yang amat sempurna, tidak sedikitpun tecemar oleh kekurangan.

     Dengan demikian, apabila kita menyebut kedua nama tesebut, khususnya ketika membaca basmalah maka kita harus yakin betul bahwa Rahmat-Nya pasti berbeda dengan rahmat yang disandang seseorang, yang juga boleh jadi Anda sandangkan padanya. Memang nama / sifat-sifat yang disandang-Nya itu, terambil dari bahasa manusia. Namun, kata yang digunakan saat disandang manusia, pasti selalu mengandung makna kebutuhan serta kekurangan, walaupun ada diantaranya yang tidak dapat dipisahkan dari kekurangan tersebut dan ada pula yang dapat.

     Hikmah dibalik awalan Basmalah dengan huruf Ba’ bukan huruf-huruf Jar selain Ba’ serta ditempatkanya alif  yang dibuang dari kata Ismu, di antaranya, yakni huruf tersebut merupakan huruf syafawi, huruf yang berpangkal dan bersumber di bibir ketika di ucapkan, serta bibir terbuka ketika mengucapkanya, sedanh huruf-huruf yang lain tidak memiliki sifat demikian.

     Dalam kata Basmalah ada empat kelompok, yakni Ism, Allah, Ar-Rahman, dan Ar-Rahim. Dalam masing-masing kelompok tentunya memiliki arti tersendiri. Dilihat dari segi jumlah keempat kelompok memiliki keistimewaan yang sangat erat kaitannya dengan jumlah angka yang sesuai dengan jumlah huruf Basmalah, yakni angka Sembilan belas. Banyak Ulama yang menyatakan angka Sembilan belas adalah angka rahasia dalam Al-Qur’an sedangkan Basmalah pun apabila dibagi dari jumlah keberadaannya pada ayat-ayat Al-Qur’an juga habis dibagi Sembilan belas.

            Kata Ism, ditemukan dalam Al-Qur’an sebanyak Sembilan belas kali, jumlah itu jelas habis apabila dibagi Sembilan belas yakni hasil bagianya adalah satu.Kata Allah, ditemukan dalam Al-qur’an sebanyak 2698 kali, yang apabila dibagi Sembilan belas juga akan habis dan hasil pembagiannya utuh, yakni tidak berupa bilangan pecahan, sebab jumlah itu apabila dibagi Sembilan belas mendapatkan hasil bagiannya 142. Sedangkan kata Ar-Rahman didatkan dalam Al-Qur’an sebanyak 57 kali, yang apabila jumlah itu dibagi Sembilan belas pun akan habis dan hasil bagiannya merupakan bilangan bilangan utuh, yakni 3. Kata Ar-Rahim , yang berlaku berlaku sebagai sifat bagi Allah, di dalam A-Qur’an dapat ditemukan sebanyak 114 kali, yang juga apabila dibagi Sembilan belas akan habis dan hasil bilangannya adalah 6. Dengan demikian, bukankah masing-masing jumlah dapat dan habis apabila dibagi oleh angka Sembilan belas










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)