PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Ria Ardiza

Resensi : Revolusi dari Secangkir Kopi

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 12:01:45 WIB | dibaca: 807 pembaca

Buku ini menceritakan seorang anak muda yang bernama Didik, lulusan SMA dari sebuah desa kecil yang bernama Blitar dan mencoba mengadu nasib meneruskan ke ITB, Bandung. Sebelum berangkat, ibunya menitipkan sebuah amanah agar anaknya kuliah yang rajin, tak usah ikut-ikutan demonstrasi mahasiswa atau pergerakan lainnya biar Didik cepat lulus dan dapat pekerjaan yang bagus. Meski demikian, hati kecil Didik menolak karena ia sejak SMA telah memiliki jiwa pemberontak terhadap ketidakadilan disekitarnya, bahkan teman dekatnya sendiri sudah menjadi korban ketidakadilan tersebut.

Terbakar oleh api semangat perjuangan, Didik diawal kuliahnya telah menyibukkan diri di dunia kemahasiswaan. Peristiwa pentingpun dialami seperti kasus skorsing, aksi bakar-bakaran, pesta wisuda, dan masih banyak keanggotaan lain yang diikutinya.

Perang batin selalu terjadi antara perjuangannya dan pesan ibunda tercinta untuk hanya fokus pada kuliah. Pelan-pelan ia menyadari bahwa gerakan besar dimulai dari sebuah langkah kecil bahkan dari sebuah obrolan lepas dan santai. Singkatnya, revolusi itu bisa datang dari obrolan secangkir kopi. Setelah banyak hal yang telah terjadi, Didik pun mengalami hal terbesar dalam sejarah pergerakan mahasiswa, menggulingkan rezim Presiden Soeharto saat itu.

 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)