PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Ria Ardiza

Resensi : Tempat Paling Sunyi

Redaksi | Senin, 11 Desember 2017 - 12:03:57 WIB | dibaca: 948 pembaca

Kehidupan yang dialami Mustafa sangat rumit dan berbelit-belit. Di tengah perang saudara yang terus berkecamuk, Mustafa berusaha membesarkan hati dengan menulis novel sembari merangkap di Lamlhok Computer sebagai juru ketik. Novel yang ditulisnya menceritakan tentang kondisi rumah tangganya dengan seorang perempuan kolot, semena-mena dan keras kepala beranam Salma. Rumah tangga bagaikan di neraka, senantiasa menyulut api penderitaan karena pertengkaran-pertengkaran yang sering terjadi , dan Mustafa pun harus menanggung semua sendirian.

Di antara pasang surut gejolak rumah tangga dan menulis novel, Mustafa dipertemukan dengan seorang gadis yang telah lama hadir menghiasi mimpi-mimpinya. Riana, satu-satunya perempuan yang bisa memahami kehendak Mustafa secara utuh dan menjadi amunisi untuk terus melanjutkan novelnya hingga tuntas.

Pada saat Mustafa berhasil merebut hati Riana, takdir pun berkata lain. Mustafa justru dihadapkan pada berbagai pilihan hidup yang sering membuat luka masa lalunya makin menganga. Termasuk urusannya dengan Salma. Mustafa lagi-lagi terhempas, terpuruk seorang diri dan berjalan di tempat paling sunyi.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)