PENGUMUMAN

KOLOM LITERASI

Boy Lutvi, Se

SHOLAT PEMBUKA PINTU SURGA

Redaksi | Selasa, 10 Oktober 2017 - 11:48:17 WIB | dibaca: 257 pembaca

Namaku adalah Rosalia biasa dipanggil Ros. Aku dibesarkan dikeluarga kaya dan sangat mewah. Ibuku bernama Tia dan ayahku bernama Syukur tetapi sifatnya berbeda dengan namanya ayah tidak pernah bersyukur selalu saja mengeluh padahal ayah dan ibu serba cukup bahkan sangat lebih. Ayah dan ibu sudah sangat menjauhi agama tidak pernah sholat, mengaji bahkan puasa. Oleh karena itu aku dan adikku pun menjauhi agama mengikuti kedua orangtuaku.

Suatu hari aku bermimpi bahwa dikotaku terjadi gempa yang amat dahsyat disertai dengan lahar gunung yang memporak-porandakan seluruh kotaku. Aku melihat ayah dan ibu berlari menjauhi gunung itu tapi sepertinya lahar itu ingin segera menewaskan ayah dan ibu. Akhirnya aku melihat ayah dan ibu meninggal sedangkan adikku hilang entah kemana. Aku pun terbangun hatiku was-was aku takut hal itu terjadi.

Disekolah aku terkenal sebagai anak yang kaya aku memiliki semuanya mobil, laptop dan sebagainya. Disekolah aku memiliki teman yaitu Andi,Rani,Loli aku melihat ternyata kedua sahabatku bersahabat denganku karena ingin menguras uangku karena aku tau aku pun pindah ke sekolah yang lain.

Aku pulang & pergi dijemput oleh seorang supir yang mengendarai mobil ayah namanya Pak Supri. Ayah kerja pukul 07.00-23.20 sedangkan ibu pukul 07.00-09.00 oleh karena itu kami jarang mendapat belai kasih saying dari orang tua dan kami lebih senang dekat dengan nenek. Karena nenek sering menceritakan tentang penjajahan jepang & belanda. Aku sangat senang jika diceritakan kisah itu karena aku jadi tahu perjuangan pahlawan kita.

Ketika aku pulang sekolah seperti biasa aku dijemput oleh Pak Supri. Tetapi entah kenapa aku tidak mau dijemput aku ingin jalan ke rumah nina temanku disekolah yang baru. Aku berjalan dengan riang dan gembira. Kemudian mataku tertuju pada sebuah pohon yang tak berbunga tak berbuah dan berdaun kuning pucat. Entah mengapa aku sangat ingin memanjat pohon itu akhirnya aku pun memanjat akupun tidak tahu mengapa aku sangat mudah memanjat pohon itu padahal aku belum pernah memanjat pohon sekalipun.

Setelah aku memanjat pohon itu gunungpun meletus dan mimpiku terjadi tapi anehnya pohon yang kupanjati tumbuh keatas, keatas dan keatas lagi. Setelah lahar gunung meletus itu mereda aku melihat ayah dan ibuku meninggal dan adikku hilang. Akupun turun dari pohon dengan perasaan sedih bercampur senang karena allah masih memberi mukjizat untukku. Akupun terlantar, rumahku hancur dan semua keluargaku hilang entah kemana.

Lalu aku bertemu dengan seorang keluarga yang sedang menangisi anaknya yang sudah tiada. Akupun menghampirinya dan menghibur keluarga itu. Lalu keluarga itu mengangkatku sebagai anak angkatnya menggantikan anaknya yang tiada. Karena aku tidak memiliki keluarga lagi akupun menerimanya.

Ternyata keluarga itu mempunyai 3 anak 1 laki-laki dan 2 perempuan. Aku dikeluarga ini

sebagai anak keempat. Anak yang pertama bernama ari sedangkan yang kedua bernama laila dan yang ketiga bernama cantika sedangkan aku sebagai anak keempat menggantikan ifa yg telah tiada, sedangkan nama ayah dan ibu angkatku adalah nani dan achmad. Ayah dan ibuku memiliki suatu pondok didaerah jombang yang diberi nama “Darul Muqtadin”.

3 hari berikutnya seperti kebiasaan keluarga pondok anak yang berumur 12 tahun harus dipondokkan sedangkan umurku sekarang adalah 12 tahun akupun harus mondok. Sebenarnya aku tidak mau mondok aku lebih senang dirumah. Sesampai dipondok aku disambut hangat oleh keluarga pondok aku hanya tersenyum mungkin mereka berpikir bahwa aku pandai dalam agama padahal tidak, mungkin aku diperibahasakan “tas cantik yang berisi sampah”. Kemudian q diantar oleh seorang perempuan sebaya denganku dia bernama ratna. Dipondok namaku yang modern diubah menjadi Tarra.

Dipondok pesantern ini kyai menyuruh kita semua untuk sholat aku kaget sebelumnya aku belum pernah sholat sekalipun karena kedua orang tuaku tidak pernah sholat. Hal ini diketahui oleh ratna temanku lalu dia melaporkan ini kepada pak kyai. Lalu aku dipanggil oleh pak kyai aku kaget kukira pak kyai akan memarahiku ternyata tidak pak kyai membimbingku dengan penuh sabar dan pengertian.

Sudah enam bulan aku berada dipondok ini banyak yang diajarkan oleh pak kyai & para teman-teman sepondok sekarang aku sudah bisa sholat dan mengaji. Aku senang berada disini karena banyak teman yg baik dan banyak guru yg sabar. Aku merasa malu jika mengingat bahwa dulu aku tidak bisa apapun. Tiba-tiba didalam lamunanku ada yang berteriak “ros,ros” aku kaget siapa yang berteriak padahal semua teman memanggilku Tarra. Tiba-tiba ada seseorang yg menepuk

pundakku ternyata itu adalah nina teman sekelasku disekolah. Aku kaget kukira semua temanku sudah meninggal ternyata nina tidak.

Nina bercerita kepadaku tentang bencana itu kepadaku “Ros waktu kamu berjanji bahwa kamu akan kerumahku akupun menunggu tiba-tiba semua orang berteriak gunung meletus-gunung meletus aku tak bisa keluar karena rumahku roboh akupun hanya menangis, aku tidak bisa apa-apa lalu lahar itu mengenai tubuhku dan tubuhkupun merasakan panas yang amat sangat karena tidak kuat akupun tak sadarkan diri. Lalu aku dibangunkan oleh TIM SAR tiba-tiba aku berada di rumah sakit bersama dengan korban lainny'a. Akupun ikut sedih mendengar penjelasanmu itu,lalu bagaimana dengan keluargamu kataku. “Ayahku meninggal Ibu & Adikku Hilang entah kemana.” kenapa kamu bisa sampai disini? tanyaku penasaran “Aku diadopsi oleh seorang ibu yang baik yang bernama nani. Ibu angkatku ini prihatin melihat keadaanku dan akhirnya mengadopsiku sebagai anaknya dan dipondokkan disini.”

“Kamu sendiri kok bisa sampai disini?”Tanya nina.”aku diadopsi oleh pemilik pondok ini”. sampai tak terasa bel masuk pun berbunyi “TENG…TENG…TENG”. Akupun berpisah dengan Nina karena kelas kami berbeda aku 10b sedangkan Nina 10a. “teng…teng…teng” bel pulang berbunyi. Ternyata Nina sudah menunggu didepan pintu kelas. Aku dan Nina pun berjalan keasrama berdua 1 menit kemudian kami tiba diasrama kebetulan asrama kami sama yaitu Mawar 8.

Tak terasa waktu menunjukan subuh semua penghuni pondok melakukan sholat berjamaah dengan imam pak kyai dan makmum para siswa siswi pondok. Setelah sholat berjamaah usai

anak2 pun berlari menuju kantin begitu juga aku dan Nina. Nina menyodorkan 2 mangkuk bakso dan 2 gelas es teh. Tiba-tiba ada yang memanggilku “kak manda,kak manda”.ternyata itu adikku aku tak sanggup lagi menahan air mata akupun menangis sambil memeluk adikku.

Kata-kata pak kyai yg masih kuingat adalah jangan lupakan sholat karena itu adalah pembuka pintu surga.










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)