PENGUMUMAN

ARTIKEL KEARSIPAN

Nunda Suryati

TEMUKAN ARSIP DI DALAM ODNER

Redaksi | Jumat, 06 Oktober 2017 - 10:42:08 WIB | dibaca: 1849 pembaca

Tertib administrasi tidak lepas dari kedisiplinan menertibkan arsip-arsip yang telah diciptakan maupun yangn diterima. Keluar masuknya suatu arsip harus dipantau dengan baik, tak lupa setelahnya disimpan baik dalam bentuk tekstual maupun audio visual atau digital. Tertib arsip harus didukung sumber daya manusia atau pengelola arsip (para arsiparis) yang memiliki sifat diantaranya tekun, teliti, dan rapi. Ketiganya menjadi satu kesatuan karakter dasar untuk menjadi seorang pengelola yang baik.

Sepertinya bagi sebagian orang , arsip masih dianggap tidak penting sehingga pengelolaannya pun asal simpan, asal catat, serba asal-asalan. Ketika arsip dibutuhkan kembali, sulit ditemukan keberadaannya. Satu hal yang menarik perhatian namun tak berdaya tuk dirubah adalah mengelola arsip tekstual, seperti kita tahu tidak diperbolehkan melubangi arsip yang kebanyakan bentuk fisiknya adalah berbahan kertas untuk kemudian bisa dimasukkan ke dalam odner ( bentuk odner sendiri mau tak mau dan suka tidak suka arsip yang masuk kedalamnya harus dilubangi agar bisa fit in dengan odner). Sayangnya, di seluruh birokrasi pemerintahan umumnya selalu menggunakan odner untuk menyimpan arsip. Hal ini sering menyebabkan arsip akan modeh rusak, sobek, dan tidak tahan lama. Apabila lubang kertas tidak fit in, biasanya kertas dilubangi kembali sehingga tampak kertas arsip yang bolong-bolong atau penuh lubang di sisi kiri atau sisi kananya, tentunya menjadi tidak sedap dipandang pula. Kejadian seperti penggambaran diatas seringkali terjadi namun pada kenyataannya tidak mengubah tempat penyimpanan arsip. Odner tetap menjadi pilihan menarik karena kebanyakan orang beralasan bahwa sangat mudah untuk menemukan arsip bila menggunakan odner. Odner cukup diberi label, diberi nama, lalu disimpan ke dalam lemari arsip. Walau dilarang oleh perundang-undangan maupun kebijakan tentang kearsipan, namun sampai saat ini belum ada yang mampu menggantikan “posisi strategis”sebuah odner dalam dunia kearsipan. 










Komentar Via Website : 0


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)