PENGUMUMAN

ARTIKEL KEARSIPAN

Oleh : Irwan Permana, S.TP (Arsiparis Ahli pada Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bekasi)

PUSAT ARSIP (RECORDS CENTER) : PERSYARATAN DAN PENGELOLAANNYA

Redaksi | Rabu, 30 November 2016 - 07:29:50 WIB | dibaca: 19694 pembaca

 

Arsip menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk dan media sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang dibuat dan diterima oleh lembaga Negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi kemasyarakatan dan perorangan dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.  Dengan demikian dapat dipastikan bahwa seiring dengan berjalannya setiap oarganisasi yang ada di suatu lingkungan pemerintah daerah, maka arsip yang tercipta semakin bertambah setiap saat.  Apabila arsip tidak dikelola dengan baik, maka niscaya  keberdaan arsip yang tidak teratur malah akan menjadi boomerang bagi pencipta arsip sendiri.  Arsip sebagai sumber informasi yang otentik dan terpercaya apabila tidak disimpan menurut kaidah yang benar akan menyulitkan organiasai ketika memerlukan arsip sebagai rujukan.  Arsip sebagai bukti pertanggungjawaban dan bukti hukum akan menjadi masalah ketika tidak dikelola dalam suatu manajemen yang baik.

Unit yang sangat penting pada pencipta arsip atau perangkat daerah dalam melaksanakan pengelolaan arsip adalah unit kearsipan.  Unit kearsipan menurut Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan adalah satuan kerja pada pencipta arsip yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan kearsipan. Peraturan Daerah Kabupaten Bekasi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kearsipan Pasal 23(1) telah mengamanatkan bahwa unit kearsipan wajib dibentuk pada setiap pencipta arsip.  Kemudian pada ayat 2 pasal tersebut menerangkan lebih jauh bahwa unit kearsipan yang dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilaksanakan oleh sekretariat atau bagian yang menangani urusan tata usaha.  Unit kearsipan pada OPD atau disebut juga unit kearsipan II memilki tugas untuk mengelola arsip inaktif yang diserahkan oleh unit pengolah atau unit kerja.  Menurut peraturan perundangan di bidang kearsipan, unit kearsipan pada OPD menyimpan arsip inaktif dari unit pengolah yang memiliki retensi di bawah 10 tahun. 

 

Pusat Arsip (Records Center)

Dalam penjelasan pasal 47 ayat 1 Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan disebutkan bahwa penyimpanan arsip inaktif dilakukan pada sentral arsip inaktif atau records center sebagai tempat penyimpanan arsip inaktif pada bangunan yang dirancang untuk penyimpanan arsip.  Pemerintah Kabupaten Bekasi telah mewajibkan setiap OPD untuk memiliki pusat arsip (records center) sebagai sarana penyimpanan arsip inaktif, sebagaimana tercantum pada Perda Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kearsipan pasal 74 ayat 4 bahwa “Setiap OPD, Lembaga Kearsipan, Pemerintahan Desa dan BUMD wajib menyediakan sarana dan prasarana untuk ruang penyimpanan arsip.”

Pusat Arsip atau records center merupakan tempat dan semua fasilitas yang didesain  khusus untuk menyimpan arsip inaktif.  Keberadaan pusat arsip harus melalui perencanaan, artinya pusat arsip tidak begitu saja terjadi karena suatu ruangan penuh dengan tumpukan arsip, lantas disebut pusat arsip.  Pusat arsip diciptakan karena kebutuhan organisasi, sehingga ia perlu didesain secara khusus untuk memenuhi kriteria tertentu dan dapat mendukung pencapaian tujuan pengelolaan arsip (ANRI, 2009).

 

Jenis Pusat Arsip

Berdasarkan lokasinya, pusat arsip atau records center dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1.    On site records center (lokasi di dalam)

Pusat arsip yang dibangun menyatu dengan gedung kantor dan merupakan salah satu bagian dari gedung kantor tersebut.   

2.    Off site records center (lokasi di luar)

Pusat arsip yang dibangun di luar dari gedung perkantoran. 

 

Secara garis besar, faktor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi yang tepat adalah:

1) Faktor Biaya

Biaya yang meliputi pengadaan dan pemeliharaan fasilitas harus dipertimbangkan secara masak ketika memilih tempat untuk membangun pusat arsip ini. Perlu pula dipertimbangkan biaya pengambilan dan pelayanan pengantaran arsip, sehingga lokasi yang dipilih harus strategis.

2) Faktor Jalan Masuk

Faktor ini memiliki masalah yang besar. Namun demikian harus tetap diupayakan bahwa penyimpanan yang dilakukan tetap menjami bahwa arsip yang dapat dilayankan dengan cepat dan tepat. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan untuk melengkapi fasilitas pengiriman dan ijin penggunaan arsip bagi pengguna yang datang ke pusat arsip.

3) Transportasi

Transportasi arsip dan pegawai yang bekerja di pusat arsip perlu pula untuk menjadi dasar pertimbangan, sehingga proses pengambilan dan pengantaran arsip dapat dilaksanakan secara mudah. Demikian pula, bagi pegawai yang bekerja di pusat arsip juga ke tempat tugas dan pulang dengan mudah.

4) Keselamatan dan Keamanan

Keselamatan dan keamanan arsip merupakan perhatian utama dalam Pengelolaan arsip. Arsip harus diperoleh melalui kewenangan pegawai, bebas dari pencurian dan gangguan-gangguan kerusakan baik dari binatang, api, air, angin, panas, polusi dan lain-lain.

 

Kualifikasi Gedung Pusat Arsip

Gedung atau bangunan pusat arsip sudah semestinya memiliki ciri khusus dan mencerminkan bahwa gedung tersebut secara langsung mengandung nuansa yang dekat dengan arsip. Tanpa masuk ke gedung, siapapun mestinya tahu bahwa gedung, siapapun mestinya tahu bahwa gedung itu adalah pusat arsip. Namun keadaan ini belum dapat diwujudkan di Indonesia, karena secara arsitektur memang sulit untuk distandarkan.

Bahan bangunan pusat arsip sebaiknya bukanlah bahan-bahan yang mudah mendatangkan rayap atau semut (misalnya kayu). Jendela dibuat seminimal mungkin, namun tetap harus dapat menjamin sirkulasi udara yang baik dan lancar. Bila perlu setiap jendela diberi penguat atau teralis. Demikian pula posisi menghadapnya gedung, jendela, pintu harus dibuat demikian sedemikian rupa sehingga sinar matahari atau angin atau debu tidak langsung masuk ke ruangan dan mengenai arsip.

Gedung pusat arsip sebaiknya dibuat lebih tinggi, sebab dengan ruangan yang tinggi akan mengoptimalkan penggunaan ruang. Sebaiknya tidak bertingkat, namun rak arsipnyalah yang bertigkat-tingkat. Gedung pusat arsip tidak perlu didesain full AC. Namun bila di dalamnya tersimpan arsip vital, maka cukup disediakan satu ruangan khusus yang ber-AC.

1.      Penggunaan Ruangan

Ruangan untuk pusat arsip juga pelu diatur dan didesain sedemikian rupa, sehingga kekuatan lantai, dinding, atap atau langit-langit dalam kondisi yang baik. Penggunaan ruang untuk peralatan penyimpanan arsip baik rak penyimanan vertikal maupun rak penyimpanan horizontal harus diperhitungkan secara masak.

Penggunaan ruangan harus selalu berpegang bahwa setiap jengkal ruang yang ada di pusat arsip harus dapat dimanfaatkan, sehingga efesiensi ruang simpan dapat dijamin. Penyimpanan arsip di bawah tanah memiliki tingkat pengamanan yang lebih tinggi dibanding penyimpanan di tempat lain. Namun penyimpanan di bawah tanah memiliki konsekuensi biaya yang jauh lebih tinggi. Oleh kaena itu penyimpanan asip di bawah tanah pada umumnya dilaksanakan untuk arsip-arsip vital saja.

2.      Lay Out Ruangan

Pengaturan ruangan (lay out) yang baik adalah pengaturan ruang yang memanfaatkan tempat seefisien mungkin, baik secara horisontal maupun vertikal, namun demikian harus tetap memperhatikan segi efektivitas penyimpanan. arsip yang memiliki kadar kerahasiaan tinggi ditempatkan di tempat yang paling tersembunyi.

Secara garis besar ruangan pusat arsip dapat diatur dan di bagi-bagi menjadi empat berdasarkan fungsinya, yaitu:

a. Ruang Kantor

yaitu ruangan yang biasanya terletak di bagian depan, digunakan untuk tempat bekerja para pegawai/Arsiparis di Pusat Arsip. Luas ruangan sangat tergantung pada jumlah pegawai yang ada.

b. Ruang  Referensi

Ruangan yang pada umumnya juga terletak di bagian depan, namun lebih di sebelah dalam jika dibandingkan ruang kantor, atau paling tidak sejajar. Digunakan untuk ruang baca arsip oleh pengguna. Luas ruangan sangat bergantung pada volume peminjaman arsip dan jumlah pengguna yang datang  ke  ruang tersebut.

c. Ruang Proses

Ruang proses pada dasarnya dapat dibagi menjadi tiga. Yaitu ruang penerimaan arsip yang digunakan untuk menyimpan arsip yang baru dipindahkan ke pusat arsip sebelum diproses lebih lanjut. Kemudian ruang persiapan, yaitu ruangan untuk mempersiapkan arsip akan disimpan di ruang penyimpanan. Kegiatan persiapan ini menyangkut kegiatan memeriksa, mendeskripsi, menyortir, memasukkan ke dalam boks, membuat daftar, serta mempersiapkan arsip yang akan dilayankan. Kemudian ruangan pemusnahan, berisi arsip yang akan siap musnah, karana retensinya sudah habis. Ruang pemusnahan dan ruang penerimaan jangan terlalu berdekatan sehingga tidak menimbulkan kekacauan arsip yang baru dipindahkan justru ditempatkan di ruang pemusnahan.

d. Ruang Penyimpanan

Ruang penyimpanan terletak di bagian paling belakang. Ruang ini merupakan ruangan yang paling luas dari keseluruhan ruangan yang ada di pusat arsip. Di dalamnya terdapat berbagai fasilitas penyimpanan sesuai dengan media dan jenis arsip yang disimpan.  Peralatan yang perlu disediakan dalam ruangan pusat arsip dalam rangka penyimpanan arsip inaktif terutama adalah rak yang sebaiknya terbuat dari baja. Rak ini dibuat hampir setinggi ruangan sehingga dapat mengoptimalkan penggunaan ruangan secara vertikal. Untuk memperkuat dan menstabilkan rak, maka bagian atasnya  diikat dengan  kawat baja  dihubungkan dengan rak lainnya, sehingga semua rak dalam satu ruangan merupakan satu ikatan yang saling memperkuat satu sama lainnya.

Pengaturan rak perlu dilaksanakan dengan baik sehingga tidak memakan banyak ruangan, tidak berada di bawah lampu dan kabel-kabel listrik serta pipa air. Jarak antara deretan rak yang satu dengan deretan yang lain membentuk lorong yang cukup untuk lalu lalang pengambilan arsip, dengan jarak kurang lebih satu meter. Kemudian boks arsip, yaitu kotak yang terbuat dari karton dengan ukuran lebar 10 atau 20 cm. Selanjutanya alat pengukur kelembaban udara, AC khususnya di ruang arsip vital, dan peralatan-peralatan lain seperti penghancur kertas, lori pengangkut arsip dalam jumlah besar, telepon, facsimile, mesin fotocopy dan lain-lain perlu disediakan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan organisasi.

 

KETENTUAN PUSAT ARSIP BERDASARKAN KETENTUAN PERUNDANGAN

Telah disebutkan bahwa bersasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Nomor 2 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Kearsipan setiap organisasi perangkat daerah harus memiliki ruangan penyimpanan arsip atau pusat arsip.  Namun demikian, ketentuan tersebut belum dijelaskan lebih spesifik melalui peraturan turunan dari Perda Nomor 2 Tahun 2014. 

Peraturan perundangan yang sifatnya lebih mendatail dan spesifik yang menjelaskan standar mengenai ruangan untuk pusat arsip (records center) dirasa perlu untuk menjadi pedoman dan payung hukum bagi setiap organisasi perangkat daerah dalam rangka membangun pusat arsip di masing-masing kantornya.  Walaupun saat ini Pemerintah Kabupaten Bekasi sedang membangun depo arsip 4 lantai, namun kiranya di setiap organisasi perangkat daerah tetap perlu disediakan pusat arsip.  Hal ini karena depo arsip yang dikelola oleh Badan Arsip dan Perpustakan Daerah sebagai lembaga kearsipan daerah menurut peraturan perundangan hanya menerima dan mengelola arsip inaktif yang diterima dari organisasi perangkat daerah yang memiliki retensi paling kurang 10 tahun.  Dengan demikian, arsip-arsip yang memiliki retensi di bahwa 10 tahun tetap disimpan di pusat arsip (records center) di masing-masing organisasi perangkat daerah.

Ketentuan perundangan mengenai standar untuk pusat arsip secara nasional telah diatur melalui Peraturan Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia.  Standar minimal ruangan untuk pusat arsip berdsarkan Peraturan Kepala ANRI Nomor 3 Tahun 2000 antara lain sebagai berikut :

1) Lokasi

a.    Lokasi gedung penyimpanan arsip berada didaerah yang jauh dari segala sesuatu yang dapat membahayakan atau mengganggu keamanan fisik dan informasi arsip;

b.    Lokasi Gedung Penyimpanan Arsip Inaktif dapat berada di lingkungan kantor atau di luar lingkungan kantor;

c.    Gedung Penyimpanan Arsip Inaktif di luar lingkungan kantor perlu memperhatikan ketentuan:

§  Lokasi gedung penyimpanan arsip inaktif relatif lebih murah dari pada di daerah perkantoran;

§  Hindari daerah/lingkungan yang memiliki kandungan polusi udara tinggi;

§  Hindari daerah atau lokasi bekas hutan dan perkebunan;

§  Hindari daerah atau lokasi rawan kebakaran;

§  Hindari daerah atau lokasi rawan banjir;

§  Hindari daerah atau lokasi yang berdekatan dengan keramaian/pemukiman penduduk atau pabrik;

§  Mudah dijangkau untuk pengiriman, penggunaan maupun transportasi pegawai, mudah diakses (informasinya).

2) Konstruksi dan Bahan Baku

a.    Konstruksi Gedung Penyimpanan Arsip Inaktif dibuat untuk dapat bertahan dari cuaca dan tidak mudah terbakar;

b.    Gunakanlah bahan-bahan bangunan yang tidak mendatangkan rayap maupun binatang perusak lainnya;

c.    Bangunan dapat bertingkat atau tidak bertingkat;

d.    Apabila bangunan bertingkat, masing-masing lantai ruang simpan arsip tingginya 260-280 cm;

e.   Apabila bangunan tidak bertingkat, tinggi ruangan disesuaikan dengan tinggi rak yang digunakan. Rak arsip dapat dimodifikasikan bertingkat-tingkat;

f.  Konstruksi bangunan berupa rumah panggung dapat digunakan di daerah yang memiliki kelembaban udara tinggi dan banyak terdapat rayap. Tiang-tiang penyangga rumah panggung didesain anti rayap;

g.    Lantai bangunan didesain secara kuat dan tidak mudah terkelupas untuk dapat menahan beban berat arsip dan rak.

3) Tata Ruang

a.    Tata ruang gedung penyimpanan arsip inaktif pada dasarnya dapat dibagi 2 (dua), yaitu : ruangan kerja dan ruangan penyimpanan arsip inaktif;

b.    Ruangan kerja merupakan ruangan yang digunakan untuk kegiatan menerima arsip yang baru dipindahkan, membaca arsip inaktif, mengolah arsip inaktif, memusnahkan arsip yang tidak bernilaiguna, ruang fumigasi dan ruangan-ruangan lain yang digunakan untuk bekerja;

c.    Tata ruang ruangan kerja disesuaikan dengan kondisi dan kemampuan instansi, namun tetap memperhatikan fungsi-fungsi kegiatan;

d.    Ruang penyimpanan arsip inaktif digunakan khusus untuk menyimpan arsip sesuai dengan tipe dan medianya yang suatu saat akan dimusnahkan;

e.  Apabila fasilitas proteksi arsip vital dan arsip permanen suatu instansi berada di gedung penyimpanan arsip inaktif, maka ruang penyimpanan didesain khusus yang tahan api dan memiliki suhu serta kelembaban yang di atur;

f.     Arsip-arsip bentuk khusus seperti : Foto, film, video, rekaman suara, dan media simpan arsip elektronik dapat disimpan di ruangan sebagaimana di atas.

4) Kapasitas ruang simpan

a.    Luas ruang simpan arsip inaktif pada dasarnya sangat tergantung pada kondisi dan kemampuan instansi;

b.    Rata-rata setiap 200 M2 ruang simpan arsip dengan ketinggian 260 cm dapat menyimpan 1.000 meter lari arsip dengan menggunakan rak konvensional (rak statis, stationary stacks);

c.    Penyimpanan dengan rak yang padat (compact shelfing, roll o’pact, mobile stacks, rak bergerak) dapat menyimpan 1.800 meter lari arsip.

5) Suhu dan Kelembaban

Untuk mengatasi masalah suhu dan kelembaban secara teknis dapat dilakukan dengan cara :

a.    Pemeriksaan secara periodik menggunakan alat higrometer ;

b.    Menjaga sirkulasi udara berjalan lancar;

c.    Menjaga suhu udara tidak lebih dari 27 0 C dan kelembaban tidak lebih dari 60 %;

d.    Rak arsip yang digunakan harus dapat menjamin sirkulasi udara yang cukup;

e.    Hindari penggunaan rak yang padat;

f.     Menjaga langit-langit, dinding dan lantai tidak berlobang dan tetap rapat;

g.    Pondasi didesain untuk menjaga uap atau udara lembab naik ke tembok karena daya resapan kapiler;

h.    Hindari menanam pohon dan kayu-kayuan di dekat gedung;

i.      Menjaga ruang agar tetap bersih dari kontaminasi gas/lingkungan agar tidak mudah timbul jamur yang akan merusak arsip;

j.      Tandai kondisi arsip dan peralatannya yang terkena jamur atau korosi, untuk segera diadakan perbaikan

k.    Standar suhu dan kelembaban untuk ruang simpan arsip untuk penyimpanan arsip vital dan arsip media baru (film, foto, cd, dll) maka perlu diatur suhu ruangan tidak lebih dari 20 0 C dan kelembaban tidak lebih dari 50 %.

 

6) Cahaya dan penerangan

Cahaya dan penerangan tidak menyilaukan, berbayang dan sangat kontras. Sinar matahari tidak boleh langsung mengenai arsip. Jika cahaya masuk melalui jendela tidak dapat dihindari, maka dapat diberi tirai penghalang cahaya matahari;

 

7) Angin

a.    Pondasi gedung didesain secara kuat untuk mendukung dinding yang kuat sehingga mampu menahan terpaan angin kencang dan hujan deras.

b.    Jendela-jendela dan pintu-pintu diperkuat dengan metoda tertentu untuk mencegah terpaan hujan deras dan tampiasnya air.

 

8) Rak

a.    Tinggi rak (rak statis) disesuaikan dengan ketinggian atap ruang penyimpanan arsip inaktif;

b.    Ruang penyimpanan arsip inaktif dengan ketinggian atap 260 cm - 280 cm dipergunakan rak arsip setinggi 200 - 220 cm.

c.    Jarak antara rak dan tembok 70 cm - 80 cm;

d.    Jarak antara baris rak yang satu dengan baris rak lainnya 100 cm - 110 cm;

e.    Rak arsip sebaiknya terbuat dari metal yang tidak mudah berkarat.

 

UNIT KEARSIPAN DAN PENGELOLAAN PUSAT ARSIP

Unit kearsipan menurut Peraturan pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan adalah satuan kerja pada pencipta arsip yang mempunyai tugas dan tanggung jawab dalam penyelenggaraan kearsipan.  Unit kearsipan pemerintahan kabupaten/kota dibentuk secara berjenjang yang terdiri atas:

a. unit kearsipan I sebagai unit kearsipan pemerintahan daerah kabupaten yang dilaksanakan oleh lembaga kearsipan daerah kabupaten/kota.  Di Pemerintah Kabupaten Bekasi, Badan Arsip dan Perustakaan Daerah adalah merupakan unit kearsipan I, yang mengelola arsip-arsip inaktif dari organisasi perangkat daerah yang meiliki retensi paling kurang 10 tahun dan arsip statis.

b. unit kearsipan II berada di lingkungan sekretariat organisasi kerja perangkat daerah kabupaten/kota dan sekretariat penyelenggara pemerintahan daerah kabupaten.  Dengan kata lain, setiap organisasi perangkat daerah wajib memiliki unit kearsipan II yang dikelola oleh sekretariat OPD;   

 

Fungsi utama dari unit kearsipan pada organisasi perangkat daerah adalah mengelola arsip inaktif yang diterima dari unit pengolah (bidang-bidang pada OPD) dan disimpan di pusat arsip (records center).  Dengan demikian, pengelolaan pusat arsip pada organisasi perangkat daerah dilaksanakan oleh unit kearsipan.

Menurut peraturan perundangan unit kearsipan pada organisasi perangkat daerah memiliki fungsi:

a. pengelolaan arsip inaktif dari unit pengolah di lingkungannya;

b. pengolahan arsip dan penyajian arsip menjadi informasi;

c. pemusnahan arsip di lingkungan lembaganya;

d. penyerahan arsip statis oleh pimpinan pencipta arsip kepada lembaga kearsipan; dan

e.  pembinaan dan pengevaluasian dalam rangka penyelenggaraan kearsipan di lingkungannya.

Sedangkan tugas unit kearsipan pada organisasi perangkat daerah antara lain :

a. melaksanakan pengelolaan arsip inaktif dari unit pengolah di lingkungannya;

b.  mengolah arsip dan menyajikan arsip menjadi informasi dalam kerangka SKN dan SIKN;

c. melaksanakan pemusnahan arsip di lingkungan lembaganya;

d.  mempersiapkan penyerahan arsip statis oleh pimpinan pencipta arsip kepada lembaga kearsipan; dan

e.  melaksanakan pembinaan dan evaluasi dalam rangka penyelenggaraan kearsipan di lingkungannya.

 

Unit kearsipan bertanggung jawab terhadap ketersediaan, pengolahan, dan penyajian arsip inaktif untuk kepentingan penggunaan internal dan kepentingan publik.   Pengolahan arsip inaktif di pusat arsip oleh unit kearsipan meliputi di antaranya penataan dan penyimpanan.  Penataan arsip inaktif pada unit kearsipan dilaksanakan melalui kegiatan:

a. pengaturan fisik arsip;

b. pengolahan informasi arsip; dan

c. penyusunan daftar arsip inaktif

 

Dengan demikian, sesuai dengan uraian fungsi unit kearsipan maka records center  atau pusat arsip dikelola oleh unit kearsipan yang ada di organisasi perangkat daerah. Unit kearsipan seyogyannya memiliki arsiparis atau paling tidak pengelola kearsipan untuk melaksanakan pengelolaan arsip di pusat arsip. Arsiparis atau pengelola kearsipan di pusat arsip bertugas untuk mengelola arsip inaktif yang diterima dari bidang-bidang, menyusun daftar arsip inaktif, menyusun daftar arsip yang akan dimusnahkan serta menyiapkan arsip-arsip statis yang akan diserahkan ke Lembaga Kearsipan Daerah (Badan Arsip dan Perpustakaan Daerah).

 

PENUTUP

Sebagaimana amanat peraturan perudangan di bidang kearsipan, records center atau pusat arsip wajib disediakan oleh setiap organisasi perangkat daerah sebagai sarana pengelolaan arsip inaktif yang berasal dari unit-unit pengolah (bidang-bidang).  Unit kearsipan pun diamanatkan untuk dibentuk pada sekretariat di setiap organisasi perangkat daerah yang memiliki fungsi di antaranya untuk mengelola pusat arsip.

Dengan adanya records center atau pusat arsip di organisasi perangkat daerah, maka tertib arsip di pemerintahan daerah akan terwujud sejalan dengan dilaksanakannya fungsi dari unit kearsipan yang mengelola pusat arsip tersebut.  Dan supaya pengelolaan pusat arsip menjadi optimal, maka pusat arsip harus dirancang sesuai dengan persyaratan yang diatur pada Perka ANRI Nomor 3 Tahun 2000 tentang Standar Minimal Gedung dan Ruang Penyimpanan Arsip Inaktif.

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Johnson, Mina M dan Kallaus, Norman F.  Records Management.  South-Western Publishing Co.  Cincinnati Ohio. 1982.

 

Pusdiklat Kearsipan. Manajemen Arsip Aktif. Arsip Nasional Republik Indonesia. Jakarta. 2009.

 

________________. Manajemen ARsip Inaktif.  Arsip Nasional Republik Indonesia. Jakarta. 2009.

 

Widodo, Bambang Parjono. Modul Pengantar Kearsipan. Arsip Nasional Republik Indonesia, Jakarta. 2015.

 

Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan.

 










Komentar Via Website : 38
owazonuw
04 April 2019 - 00:32:56 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n 500 Mg[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxil Used</a> jgv.rybw.basipda.bekasikab.go.id.zpn.ux okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
ucatone
04 April 2019 - 01:12:47 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n For Sale[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin 500mg Capsules</a> iah.cnfi.basipda.bekasikab.go.id.lfb.bq okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
iboipuy
07 April 2019 - 07:30:28 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Buy Amoxicillin[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin 500 Mg</a> bwe.eohp.basipda.bekasikab.go.id.zma.zy okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
bikotnl
17 April 2019 - 22:39:41 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Buy Amoxicillin[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin Without Prescription</a> xwb.xzkl.basipda.bekasikab.go.id.gja.pq okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
uxilnumuvpa
17 April 2019 - 23:10:29 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin 500mg Capsules</a> iyt.iabr.basipda.bekasikab.go.id.xss.ph okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
aewapeo
23 April 2019 - 11:22:10 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n Online[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin Online</a> ode.namz.basipda.bekasikab.go.id.nbs.uu okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
abawijoir
23 April 2019 - 12:00:10 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Amoxicilli n[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>18</a> qqv.nutb.basipda.bekasikab.go.id.pwr.xs okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
ugevienr
25 April 2019 - 03:05:06 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]18[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin 500mg</a> iqe.rbxw.basipda.bekasikab.go.id.bik.qd okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
etocaus
25 April 2019 - 03:48:11 WIB
[url=okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/]Buy Amoxicillin Online[/url] <a href="okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/" ;>Amoxicillin Without Prescription</a> odo.nvau.basipda.bekasikab.go.id.kwf.fv okok://theprettyguineapig.com/amoxicillin/
aomonisb
26 Mei 2019 - 17:10:25 WIB
[url=okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/]Amoxicillin Online[/url] <a href="okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/">Amo xicillin</a> xva.minx.basipda.bekasikab.go.id.ybx.lo okok://mewkid.net/buy-amoxicillin/


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)